Kamis, 15 Januari 2015

Kondisi Sebagian Perpipaan Masyarakat di Desa Tegal Maja Sangat Memperihatinkan

Kondisi Sebagian Perpipaan di Desa Tegal Maja sangat memperhatinkan dan Harus mendapat perhatian dari semua pihak,kondisi ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana manajemen/mengelola sistem perpipaan dan tidak ada regulasi atau awik-awik yang mengatur terkait perpipaan dan manajemen pengurus yang kurang optimal sehingga masyarakat pemakai air kurang peduli dalam pemeliharaan dan karena pengetahuan yang terbatas pemakai air melakukan penyambungan jaringan sendiri sehingga tidak sesuai dengan setandar jaringan yang layak dan terkadan pipa yang dipasang pun tidak tertanam dengan baik sehingga terjadi kebocoran dimana-mana dan air terbuang percuma dikarenakan juga karena kurangnya kesadaran masyarakat yang terkadang tidak menutup air dimalam hari dan juga karena kurangnya bak distribusi yang berpungsi menyimpan air ketika air tidak terpakai dimalam hari tapi kita bukan dalam kontek saling menyalahkan tetapi mari kita sama-sama peduli dan mencari solusi untuk hal itu tidak lain dan tidak bukan untuk pemenuhan kebutuhan seluruh masyarakat desa Tegal Maja











Senin, 12 Januari 2015

Photo-photo Kegiatan TSBD


Fhoto-Fhoto Kegiatan TSBD,Organisasi Adat, Agama,Masyarakat dan Instansi Pemerintah
















Selasa, 02 Desember 2014

Sosialisasi PB Kepada Adik-adik Sekolah Minggu Bertempat Dipantai Infost

Sosialisasi PB (Penanggulangan Bencana) dan Hak-hak masyarakat terkait PB Kepada anak-anak sekolah minggu budhis pada tanggal 30 nopember 2014 bertempat dipantai infost yang dilakukan oleh TSBD Tegal Maja guna meningkatkan pengetahuan adik-adik sekolah minggu terkait dengan  Penangulangan Bencana dan hak-hak masyarakat dalam penanggulangan bencana,diharapakan supaya pengetahuan tentang PB dan pengurangan resiko bencana bisa diajarkan atau ditanamkan sejak dini kepada adik-adik sekolah minggu budhis sehingga mereka bisa ikut serta dalam rangka penanggulangan bencana dan mereka bisa mengenali karakteristik ancaman diwilayah mereka dan mereka tahu tahapan-tahapan dalam Penanggulangan Bencana  yang dikenal dengan manajemen bencana










Selasa, 04 November 2014

Definisi dan Jenis Bencana

Tweet 
Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Definisi tersebut menyebutkan bahwa bencana disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia. Oleh karena itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tersebut juga mendefinisikan mengenai bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.
Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror.
Kejadian Bencana adalah peristiwa bencana yang terjadi dan dicatat berdasarkan tanggal kejadian, lokasi, jenis bencana, korban dan/ataupun kerusakan. Jika terjadi bencana pada tanggal yang sama dan melanda lebih dari satu wilayah, maka dihitung sebagai satu kejadian.
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.
Letusan gunung api merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar.
Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan ("tsu" berarti lautan, "nami" berarti gelombang ombak). Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi.
Tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng.
Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat.
Banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba dengan debit air yang besar yang disebabkan terbendungnya aliran sungai pada alur sungai.
Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Adapun yang dimaksud kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang terjadi di lahan pertanian yang ada tanaman (padi, jagung, kedelai dan lain-lain) yang sedang dibudidayakan .
Kebakaran adalah situasi dimana bangunan pada suatu tempat seperti rumah/pemukiman, pabrik, pasar, gedung dan lain-lain dilanda api yang menimbulkan korban dan/atau kerugian.
Kebakaran hutan dan lahan adalah suatu keadaan di mana hutan dan lahan dilanda api, sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan lahan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar.
Angin puting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit).
Gelombang pasang atau badai adalah gelombang tinggi yang ditimbulkan karena efek terjadinya siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia dan berpotensi kuat menimbulkan bencana alam. Indonesia bukan daerah lintasan siklon tropis tetapi keberadaan siklon tropis akan memberikan pengaruh kuat terjadinya angin kencang, gelombang tinggi disertai hujan deras.
Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami, namun manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi.
Kecelakaan transportasi adalah kecelakaan moda transportasi yang terjadi di darat, laut dan udara.
Kecelakaan industri adalah kecelakaan yang disebabkan oleh dua faktor, yaitu perilaku kerja yang berbahaya (unsafe human act) dan kondisi yang berbahaya (unsafe conditions). Adapun jenis kecelakaan yang terjadi sangat bergantung pada macam industrinya, misalnya bahan dan peralatan kerja yang dipergunakan, proses kerja, kondisi tempat kerja, bahkan pekerja yang terlibat di dalamnya.
Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Status Kejadian Luar Biasa diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004.
Konflik Sosial atau kerusuhan sosial atau huru hara adalah suatu gerakan massal yang bersifat merusak tatanan dan tata tertib sosial yang ada, yang dipicu oleh kecemburuan sosial, budaya dan ekonomi yang biasanya dikemas sebagai pertentangan antar suku, agama, ras (SARA).
Aksi Teror adalah aksi yang dilakukan oleh setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan sehingga menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat masal, dengan cara merampas kemerdekaan sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa dan harta benda, mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik internasional.
Sabotase adalah tindakan yang dilakukan untuk melemahkan musuh melalui subversi, penghambatan, pengacauan dan/ atau penghancuran. Dalam perang, istilah ini digunakan untuk mendiskripsikan aktivitas individu atau grup yang tidak berhubungan dengan militer, tetapi dengan spionase. Sabotase dapat dilakukan terhadap beberapa sruktur penting, seperti infrastruktur, struktur ekonomi, dan lain-lain.


Sabtu, 01 November 2014

Pelatihan Manajemen dan kepemimpinan TSBD/TSBK


Dalam rangka peningkatan kapasitas TSBD/TSBK dan  dalam rangka ” MEMBANGUN DAN MEMPERKUAT KETANGUHAN BENCANA DI INDONESIA TIMUR”, OXFAM dengan di dukung oleh BNPB,AUSTRALIAN AID dan Yayasan KOSLATA bersama melaksanakan pelatihan  Manajemen dan Kepemimpinan Bagi TSBD/TSBK yang bertempat di Harris Hotels sun set road Bali selama tiga hari dari tanggal 21-23 oktober 2014 ,yang peserta pelatihan tersebut berasal TABD/TSBK dari beberapa Kabupaten dan Provinsi di Indonesia timur,materi yang diberikan yaitu terkait manajemen dan kepemimpinan TSBD yang pematerinya yaitu kang ADE,Bp toeg imin dkk,TSBD/TSBK dilatih baagaimana memanajemen organisasi dan seperti apa seharusnya kereteria yang dimiliki oleh seorang pemimpin, beberapa model kepemimpinan dan pemimpin seharusnya tahu peran-peranya serta mampu menanalisa karakter dan kemampuan anggota atau bawahannya sehingga bisa mengunakan beberepa jenis gaya kepemimpinan dan juga bisa memanajemen konflik dalam kepemimpinan atau organisai,TSBD/TSBK juga di ajarkan bagaimana membangun tim yang baik,membantu rekan baru dalam tim,kerjasama dan saling percaya,TSBD juga diajarkan bagaimana berkomunikasi yang epektif,tehnik-tehnik berkomunikasi,mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan menjadi seorang komunikator yang terampil.TSBD juga diajarkan tentang ADVOKASI,Kapan harus melakukan advokasi,Tingkatan advokasi,Strategi advokasi,Alat dan Bahan yang Dibutuhkan dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam Advokasi.dalam sela pembelajaran pemateri mengutarakan kekawatiran tentang keberlanjutan Program dan Organisasi TSBD ketika tidak lagi ada pendampingan OXFAM dan KOSLATA pertanyaannya apakah TSBD mampu berdiri mandiri ? maka jawabanya adalah anggaran yang bisa menunjang semua ini katanya caranya TSBD harus memiliki usaha mandiri dan juga melakukan PUND RAISING ( penggalangan dana/mencari pendonor dana) dengan dasar-dasar dan tahapan pund raising yang benar.Para peserta diminta untuk membuat rencana tindak lanjut (TRL) penggalangan dana (anggaran) dan usaha mandiri yang berspektif PRB untuk dilaksanakan didesa masing-masing dan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa untuk keberlanjutan program TSBD dan juga peserta diharapkan mampu mengulang dan meberikan pengetahuan yang didapat kepada angota TSBD yang lain.SELAMAT MEMBACA dan salam SIAGA.

Jumat, 31 Oktober 2014

MUSDUS kurang partisipatif karena kurangnya kesadaran dan kepedulian kita bersama



sekarang adalah bulan dimana perencanaan pembangunan mulai di bahas mulai dari tingkatan RT dan DUSUN dan DESA ,ditingkatan dusun dan RT MUSDUS terkadang kurang partisipatif atau kurangnya  kesetaraan gender hanya didominasi oleh tokoh-tokoh atau orang-orang yang intlektual dan terkadang para pemuda atau tokoh muda terlupakan padahal dibalik emosional mudanya mereka memiliki potensi yang bisa dikembangkan dan memiliki ide pikiran yang positif yang mungkin sangat bermanfaat,tetapi kita tidak hanya menyalahkan siapa-siapa semua ini karena kesadaran dan kepedulian kita pada kepentingan bersama belum terbangun termasuk masyarakat itu sendiri dan terkadang MUSyawarah DUSun tidak dilaksanakan secara partisipatif artinya usulan bukan langsung dari masyarakat tetapi terkadang hanya di buat oleh kepala Dusun DanKetua  RT sehingga apa yang direncanakan dan diusulkan terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan masyaraka sehingga dalam implementasi atau pelaksanaan program terkadang kurang mendapat perhatian masyarakat karena merasa tidak pernah ikut dilibatkan dalam perencannan dan pengusulan padahal semua itu di akibatkan oleh kesadaran dan kepedulian kita akan kepentingan bersama masih kurang maka dari itu saya ingin mengajak kita bersama untuk membangun kesadaran dan kepedulian akan kepentingan bersama terutama dalam perencanaan pembangunan di Dusun dan bisa menentukan sekala kebutuhan mendesak atau sekala prioritas supaya tidak terjadi kecemburuan pelaksanaan pembangunan