Selasa, 02 Desember 2014

Sosialisasi PB Kepada Adik-adik Sekolah Minggu Bertempat Dipantai Infost

Sosialisasi PB (Penanggulangan Bencana) dan Hak-hak masyarakat terkait PB Kepada anak-anak sekolah minggu budhis pada tanggal 30 nopember 2014 bertempat dipantai infost yang dilakukan oleh TSBD Tegal Maja guna meningkatkan pengetahuan adik-adik sekolah minggu terkait dengan  Penangulangan Bencana dan hak-hak masyarakat dalam penanggulangan bencana,diharapakan supaya pengetahuan tentang PB dan pengurangan resiko bencana bisa diajarkan atau ditanamkan sejak dini kepada adik-adik sekolah minggu budhis sehingga mereka bisa ikut serta dalam rangka penanggulangan bencana dan mereka bisa mengenali karakteristik ancaman diwilayah mereka dan mereka tahu tahapan-tahapan dalam Penanggulangan Bencana  yang dikenal dengan manajemen bencana










Selasa, 04 November 2014

Definisi dan Jenis Bencana

Tweet 
Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Definisi tersebut menyebutkan bahwa bencana disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia. Oleh karena itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tersebut juga mendefinisikan mengenai bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.
Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror.
Kejadian Bencana adalah peristiwa bencana yang terjadi dan dicatat berdasarkan tanggal kejadian, lokasi, jenis bencana, korban dan/ataupun kerusakan. Jika terjadi bencana pada tanggal yang sama dan melanda lebih dari satu wilayah, maka dihitung sebagai satu kejadian.
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.
Letusan gunung api merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar.
Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan ("tsu" berarti lautan, "nami" berarti gelombang ombak). Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi.
Tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng.
Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat.
Banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba dengan debit air yang besar yang disebabkan terbendungnya aliran sungai pada alur sungai.
Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Adapun yang dimaksud kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang terjadi di lahan pertanian yang ada tanaman (padi, jagung, kedelai dan lain-lain) yang sedang dibudidayakan .
Kebakaran adalah situasi dimana bangunan pada suatu tempat seperti rumah/pemukiman, pabrik, pasar, gedung dan lain-lain dilanda api yang menimbulkan korban dan/atau kerugian.
Kebakaran hutan dan lahan adalah suatu keadaan di mana hutan dan lahan dilanda api, sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan lahan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar.
Angin puting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit).
Gelombang pasang atau badai adalah gelombang tinggi yang ditimbulkan karena efek terjadinya siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia dan berpotensi kuat menimbulkan bencana alam. Indonesia bukan daerah lintasan siklon tropis tetapi keberadaan siklon tropis akan memberikan pengaruh kuat terjadinya angin kencang, gelombang tinggi disertai hujan deras.
Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami, namun manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi.
Kecelakaan transportasi adalah kecelakaan moda transportasi yang terjadi di darat, laut dan udara.
Kecelakaan industri adalah kecelakaan yang disebabkan oleh dua faktor, yaitu perilaku kerja yang berbahaya (unsafe human act) dan kondisi yang berbahaya (unsafe conditions). Adapun jenis kecelakaan yang terjadi sangat bergantung pada macam industrinya, misalnya bahan dan peralatan kerja yang dipergunakan, proses kerja, kondisi tempat kerja, bahkan pekerja yang terlibat di dalamnya.
Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Status Kejadian Luar Biasa diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004.
Konflik Sosial atau kerusuhan sosial atau huru hara adalah suatu gerakan massal yang bersifat merusak tatanan dan tata tertib sosial yang ada, yang dipicu oleh kecemburuan sosial, budaya dan ekonomi yang biasanya dikemas sebagai pertentangan antar suku, agama, ras (SARA).
Aksi Teror adalah aksi yang dilakukan oleh setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan sehingga menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat masal, dengan cara merampas kemerdekaan sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa dan harta benda, mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik internasional.
Sabotase adalah tindakan yang dilakukan untuk melemahkan musuh melalui subversi, penghambatan, pengacauan dan/ atau penghancuran. Dalam perang, istilah ini digunakan untuk mendiskripsikan aktivitas individu atau grup yang tidak berhubungan dengan militer, tetapi dengan spionase. Sabotase dapat dilakukan terhadap beberapa sruktur penting, seperti infrastruktur, struktur ekonomi, dan lain-lain.


Sabtu, 01 November 2014

Pelatihan Manajemen dan kepemimpinan TSBD/TSBK


Dalam rangka peningkatan kapasitas TSBD/TSBK dan  dalam rangka ” MEMBANGUN DAN MEMPERKUAT KETANGUHAN BENCANA DI INDONESIA TIMUR”, OXFAM dengan di dukung oleh BNPB,AUSTRALIAN AID dan Yayasan KOSLATA bersama melaksanakan pelatihan  Manajemen dan Kepemimpinan Bagi TSBD/TSBK yang bertempat di Harris Hotels sun set road Bali selama tiga hari dari tanggal 21-23 oktober 2014 ,yang peserta pelatihan tersebut berasal TABD/TSBK dari beberapa Kabupaten dan Provinsi di Indonesia timur,materi yang diberikan yaitu terkait manajemen dan kepemimpinan TSBD yang pematerinya yaitu kang ADE,Bp toeg imin dkk,TSBD/TSBK dilatih baagaimana memanajemen organisasi dan seperti apa seharusnya kereteria yang dimiliki oleh seorang pemimpin, beberapa model kepemimpinan dan pemimpin seharusnya tahu peran-peranya serta mampu menanalisa karakter dan kemampuan anggota atau bawahannya sehingga bisa mengunakan beberepa jenis gaya kepemimpinan dan juga bisa memanajemen konflik dalam kepemimpinan atau organisai,TSBD/TSBK juga di ajarkan bagaimana membangun tim yang baik,membantu rekan baru dalam tim,kerjasama dan saling percaya,TSBD juga diajarkan bagaimana berkomunikasi yang epektif,tehnik-tehnik berkomunikasi,mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan menjadi seorang komunikator yang terampil.TSBD juga diajarkan tentang ADVOKASI,Kapan harus melakukan advokasi,Tingkatan advokasi,Strategi advokasi,Alat dan Bahan yang Dibutuhkan dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam Advokasi.dalam sela pembelajaran pemateri mengutarakan kekawatiran tentang keberlanjutan Program dan Organisasi TSBD ketika tidak lagi ada pendampingan OXFAM dan KOSLATA pertanyaannya apakah TSBD mampu berdiri mandiri ? maka jawabanya adalah anggaran yang bisa menunjang semua ini katanya caranya TSBD harus memiliki usaha mandiri dan juga melakukan PUND RAISING ( penggalangan dana/mencari pendonor dana) dengan dasar-dasar dan tahapan pund raising yang benar.Para peserta diminta untuk membuat rencana tindak lanjut (TRL) penggalangan dana (anggaran) dan usaha mandiri yang berspektif PRB untuk dilaksanakan didesa masing-masing dan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa untuk keberlanjutan program TSBD dan juga peserta diharapkan mampu mengulang dan meberikan pengetahuan yang didapat kepada angota TSBD yang lain.SELAMAT MEMBACA dan salam SIAGA.

Jumat, 31 Oktober 2014

MUSDUS kurang partisipatif karena kurangnya kesadaran dan kepedulian kita bersama



sekarang adalah bulan dimana perencanaan pembangunan mulai di bahas mulai dari tingkatan RT dan DUSUN dan DESA ,ditingkatan dusun dan RT MUSDUS terkadang kurang partisipatif atau kurangnya  kesetaraan gender hanya didominasi oleh tokoh-tokoh atau orang-orang yang intlektual dan terkadang para pemuda atau tokoh muda terlupakan padahal dibalik emosional mudanya mereka memiliki potensi yang bisa dikembangkan dan memiliki ide pikiran yang positif yang mungkin sangat bermanfaat,tetapi kita tidak hanya menyalahkan siapa-siapa semua ini karena kesadaran dan kepedulian kita pada kepentingan bersama belum terbangun termasuk masyarakat itu sendiri dan terkadang MUSyawarah DUSun tidak dilaksanakan secara partisipatif artinya usulan bukan langsung dari masyarakat tetapi terkadang hanya di buat oleh kepala Dusun DanKetua  RT sehingga apa yang direncanakan dan diusulkan terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan masyaraka sehingga dalam implementasi atau pelaksanaan program terkadang kurang mendapat perhatian masyarakat karena merasa tidak pernah ikut dilibatkan dalam perencannan dan pengusulan padahal semua itu di akibatkan oleh kesadaran dan kepedulian kita akan kepentingan bersama masih kurang maka dari itu saya ingin mengajak kita bersama untuk membangun kesadaran dan kepedulian akan kepentingan bersama terutama dalam perencanaan pembangunan di Dusun dan bisa menentukan sekala kebutuhan mendesak atau sekala prioritas supaya tidak terjadi kecemburuan pelaksanaan pembangunan

Fhoto-fhoto kegiatan pelatihan manajemen dan kepemimpinan di haris hotel bali




Kamis, 30 Oktober 2014

Tentang Blog dan Organisasi TSBD Tegal Maja



Blog ini adalah blog yang dibuat oleh TSBD Tegal Maja untuk menyimpan dan memberikan dan informasi terkait kepengurusan dan kegiatan TSBD untuk mudah dipelajari kembali dan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kedepan baik manajemen organisasi maupun kegiatan-kegiatan yang brsepektif PRB yang pro kepada masyarakat miskin terutama kelompok-kelompok rentan dan membangun ketahan perempuan dan ketahanan ekonomi masyarakat,karena masyarakat akan bisa tahan dan tangguh apabila ekonominya cukup,maka dari itu selain ikut dalam perencaanaan pembangunan didesa baik fisik maupun non fisik yang berperspektif PRB kami juga ingin juga ingin ikut membantu masyarakat dalam meraih program yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi yang pro kepada masyarakat miskin terutama kelompok rentan,berbicara BENCANA bukan lagi menjadi tangung jawab satu atau dua orang tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama yaitu MASYARAKAT,PEMERINTAH,dan SWASTA maka dari itu mari sekaranglah saatnya kita berfikir bagaimana memanajemen bencana diwilayah kita dari sebelum terjadi bencana kita akan lakukan pencegahan(Mitigasi),situasi saat ada potensi bencana kita dalam posisi siaga,saat terjadi bencana kita tanggap darurat,setelah terjadi bencana kita ikut berpartisipasi dalam rehabilitan baik fisik maupun fsikologis,maka dari itu mari kita kenali tanda-tandanya dan kita kita kurangi resikonya dan jangan berfikir bencana itu datang karena berdirinya organisasi-organisasi yang berbicara dan bertujuan memanajemen penangulangan bencana seperti TSBD karena selain itu merupakan kehendak tuhan juga manusia ikut andil dalam suatu bencana,dan walaupun kita hanya relawan yang bermodalkan fikiran dan tenaga tapi kita patut bersyukur dapat melakukan hal untuk kemanusiaan karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lain maka demi rasa kemanusiaan dan demi keberlanjuran program kami,kami sangat mengharapkan bantuan dari pihak pemerintah supaya kami bisa dianggarkan,demikian sekilas tentang blog dan organisasi kami kami tidak menutup diri kami akan membuka diri saran,pendapat dan masukan sangat kami harapkan guna perbaikan kedepan,SALAM SIAGA

Propsal SG tegal Maja

















 
























                                                                                                                                                  




PROPOSAL
RENCANA AKSI MASYARAKAT DESA TEGAL MAJA
KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA NTB

  1. GAMBARAN UMUM DESA
Desa tegal maja adalah salah satu desa dari tiga puluh tiga desa yang ada di kabupaten Lombok utara serta memiliki tingkat resiko tinggi terhadap ancaman bencana, desa tegal maja memiliki batas dengan desa-desa diantaranya :
Sebelah timur desa jenggal
Seelah barat desa sokong
Sebelah utara desa tanjung
Sementara disebelah selatan berbatasan dengan hutan mutran.
Desa Tegal Maja  memiliki luas wilayah ± 12,28 km2, Desa Tegal Maja terdiri atas 11 Dusun, terdiri dari : Dusun Lendang Bila, Dusun Tenangga, Dusun Tebanyak, Dusun Leong Tengah, Dusun Leong Timur, Dusun Leong Barat, Dusun Tuban, Dusun Medain, Dusun Panasan Daya, Dusun Sempak, Dusun Sumur Duyung.
desa Tegal maja memiliki sejarah kebencanaan diantarnya longsor dan banjir, desa tegal maja yang berbukit dan sebagian kecil wilayahnya yang datar sehingga setiap musim hujan yang lebat dan berkepanjangan maka akan mengakibatkan  terjadi banjir, sementara sebagian besar masyarakat tinggal di kelerengan yang tanahnya labil di lihat dari sisi tersebut masyarakat desa tegal maja berada pada lokasi yang tidak aman.
Dari 11 dusun yang sebagian besar dusunnya terletak diketinggian, begitu pula lokasipemukiman berada di atas dan bawah bukit, mata pencaharin masyarakat desa tegal maja sebagian besar petani, buruh tani, dan serabutan dengan semakin pesatnya angka kelahiran sehingga ada sebagian lahan pertanian masyarakat beralih fungsi  untuk lahan persawahan sebagian besar menjadi tempat tinggal dan perkebunan, pada musim tertentu masyarakat menjadi buruh untuk dapat mengimbangi pendapatan.
dengan wilayah yang cukup luas fasilitas umum yang ada di desa tegal maja masih kurang sehingga masyarakat memiliki kesulitan pada saat-saat tertentu karna  minimnya sarana yang dibangunkan pemerintah seperti jalan penghubung antara satu dusun dengan lainnya belum dipermanen seperti pembangunan pengaman jalan dalam bentuk darianse, talud dan gorong-gorong sehingga disepanjang jalan sering kita jumpai longsor-longsor kecil dan tidak tutup kemungkinan terjadi longsor besar dan berdampak pada asset penghidupan masyarakat sedangkan untuk sarana air bersih yang diambil dari bebrapa mata air yang ada belum dikelola dengan maksimal karna keterbatasan sumbrdaya manusia tentang penglolaan air.

  1. RINGKASAN KAJIAN RESIKO
Dari kajian yang pernah dilakukan di desa tegal maja yang menjadi perlu untuk diperhatian terutama bagi masyarakat perempuan dan anak-anak saat ini masih banyak yang sering ke sungai dan mata air untuk mengambil kebutuhan air bersih untuk konsumsi  serta mandi, di satu sisi lokasi tersebut cukup rawan sehingga tingkat resikonya cukup tinggi terjadi longsor, kalu terjadi longsor maka bagi masyarakat terurtama kelompok perempuan akan kehilangan tempat mereka untuk mengambil air serta untuk mandi dan mencuci, mengingat desa tegal maja memiliki banyak jalur aliran air yang berakhir di daerah aliran sungai sokong dan sungai selbung disamping itu juga georapis desa tegal maja yang berbukit dan memiliki struktur tanah yang berpasir dan berbatu.
Dengan kondisi alam seperti diatas, Desa Tegal Maja  memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi terhadap ancaman bahaya bencana, apa lagi kalau dilihat dari sejarah kejadian bencana yang pernah terjadi sekitar tahun 1960, 1970, 1993,1995 dan tahun 1998, dan tahun 2011  pernah terjadi banjir dan longsor yang mengakibatkan  tertimbun dan tegerusnya lahan pertanian masyarakat serta mengakibatkan tertibun dan rusaknya sarana air bersih masyarakat
Dari perkembangan jumlah penduduk desa tegal maja dapat kita lihat jumlah kepala keluarga yang ada di desa tegal maja 2280 dan 5827 Jiwa terdiri dari 2849 Laki 2978 perempuan 444 anak-anak, 38 hamil dan 48 difabel dengan kondisi georafis yang berbukit ini yang menjadi kerentanan bagi masyarakat terutama bagi perempuan dan anak-anak yang sering kesungai dan lokasi mata air untuk mengambil kebutuahan air bersih, serta mencuci dan mandi, disatu sisi akan bermasalah bagi masyarakat jika terjadi longsor.
Kondisi lain juga pada saat terjadi hujan yang lebat takjarang mengakibatkan  putusnya jalan sehingga masyarakat kesulitan untuk melakukan aktifitas,   di beberapa  dusun yang jauh dari akses jalan utama, saat ini kondisi jalan tanah dan sepanjang jalan yang dibawah bukit tidak memiliki talud serta belum adanya gorong-gorong permanaen, serta sebagian rumah masyarakat yang berada dibawah jalan sangat tidak aman dari akibat hujan lebat sering terjadi longsor, sementara antara jalan dan rumah masyarakat tidak memiliki talud pengaman, diperkirakan ketinggian jalan dan rumah masyarakat kurang lebih dari        3s/d4 meter sedangangkan jarak rumah dan jalan cukup dekat, Ini dikarnakan tata ruang pemukiman masyarakat yang tidak ada, serta adanya pembukaan jalan oleh pemerintah yang tidak awali dengan kajian teknis.
            Dengan kondisi lingkungan yang belum tertata dengan baik serta belum adanya peraturan desa tentang tata kelola lahan serta pemukiman atau tata ruang desa, sehingga masyarakat belum memahami pentingnya pemilihan tempat mendirikan rumah yang layak ditambah lagi tidak semua masyarakat tarap ekonominya yang memadai sehingga konstruksi rumah pun asal jadi tanpa mempertimbangkan aspek kemanan dan kenyaman, sehingga sebagian besar dari pemukiman masyarakat menjadi rentan dan terancam oleh banjir dan longsor.
           





























RENCANA GAMBAR DAN BIAYA
PEKERJAAN BAK AIR DAN TEMPAT PEMANDIAN DUSUN TUBAN






. Table Rencana Aksi Masyarakat untuk pembangunan bak air dan tempat pemandian
Maslah dan akar masalah
Tujuan
Kegaiatan dan tahapan pelaksanaan
Lokasi, penerima manfaat dan waktu pelaksanaan
Anggran (Rp.)
Sumber Daya
pelaksan
Tersedia

Tidak tersedia
1
2
3
4
5
6
7
8
-  Tempat atau bak penampungan serta tempat pemandian masyarakat saat ini yang ada tidak layak
-  Rentan oleh timbunan tanah longsor
-  Mata air dan bangunan berdekatan (dibawah tebing yang mengluarkanai)
-  Kondisi bangunan bak yang sudah tidak layak dan tidak mengunakan besi pada kolom dan slof serta tidak ada penutup
-  Masyarakat memanfaatkan sebagai tempat mandi dengan telanjang dada
-  Belum ada penutup atau penyekat tempat mandi.
-     Tersedianya air bersih bagi masyarakat
-     Adanya tempat yang layak bagi masyarakat untuk mandi
-     Kebersihan air terlindung dari tanah dan dedaunan
-     Adanya tempat penampungan air bersih bagi masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari
-     Terlindungnya mata air
-   Identipikasi rencana yang akan di kerjakan
-   Menentukan kegiatan pilihan
-   Menyusun proposal dan meyerahkan ke pihak mitra
-   Melakukan sosilisasikaitan dengan rencana pembangunan serta membuat kelompok pelaksana kegiatan
-   Mengumpulkan swadaya bahan local dari pemanfaat
-   Mengumpulakan tenaga yang akan melaksanakan pembangunan
-   Pembelian bahan took
-   Pelaksanaan pembangunan
-   Serah terima bangnan ke pemanfaat
-   monitoring
-    lokasi dusun tuban desa tegal maja kecamatan tanjung kabupaten Lombok utara.
-    Penerima manfaat………jiwa terdiri dari …….perempuan,……laki-laki,…..anak-anak, ……difabel dan……..ibu hamil
-    Waktu pelaksanaan pembanunan diperkirakan akan menghabiskan waktu sekitar 30 hari pada bulan Agustus 2013.

Bahan local berupa :
-     Pasir pasang
-     Batu kali
-     Bamboo
-     Pekerja
-     Alat kerja
Bahan took berupa :
-   Semen
-   Besi
-   Pipa
-   Kran
-   Lem
-   Paku
-   Kawat
-    
Ketua             Kasita
Sekertaris Kasito
Bendahara Agus tini
Anggota : Yurdianto
Fajita
Nusani   Mariani
 Yarti
Mirsah
Sumardi
Sabdianto


lokasi bembangunan bak penampungan dan tempat mandicuciGAMBAR 0 %




















                                                                                                 
SKETSA GAMBAR




















                                         
RENCANA ANGGARAN BIAYA
NO
URAIAN
SATUAN
VOLUME
HARGA SATUAN
JUMLAH
SUMBER BIAYA
PROGRAM
SWADAYA
1
PEK PEMBESIAN






Besi ø 12 HIJ
lonjor
14
105.000
1.470.000


Besi ø 10 HIJ
Lonjor
8
   55.000
440.000


Besi ø 6 HIJ
lonjor
8
20.000
160.000


Kawat bendrat
Kg
2
20.000
40.000


ONGKOS PEKERJAAN






Pekerja
Hok
6
50.000
300.000


Tukang
Hok
3
75.000
225.000


2
PEKERJAAN PONDASI
M3
3.9




Semen
Zak
10
75.000
750.000


Batu kali
M3
4.5
100.000
450.000


Pasir
M3
2.2
80.000
176.000


ONGKOS PEKERJAAN






Pekerja
Hok
8
50.000
400.000


Tukang
Hok
4
75.000
300.000


3
PEKERJAAN PENGECORAN DAN TEMBOK
M3
1.3512




Semen
Zak
15
75.000
1.125.000


Batako
Biji
378
2500
945.000


Pasir
M3
2
80.000
160.000


Papan gisting
M3
0.2
2.500.000
500.000


Batu kereikil 2/3
M3
1
175.000
175.000


Kayu usuk 5/5
M3
0.05
2.500.000
125.000


Besi paku 5-7
Kg
3
20.000
60.000


ONGKOS PENGERJAAN






Tukang
Hok
16
50.000
800.000


Pekerja
Hok
8
75.000
600.000


4
PEKERJAAN LANATI
M3
0.60




Semen
Zak
4
75.000
300.000


Pasir
M3
0,3
80.000
24.000


Batu Krikil 2/3  
M3
0,5
175.000
87.500


ONGKOS PENGERJAAN






Tukang
Hok
4
50.000
200.000


Pekerja
Hok
2
75.000
150.000


5
PEKERJAAN INSTALASI PIPA






Pipa ½
M1
4
5.000
20.000


Pipa 2
M1
4
15.000
60.000


Kran ½
Buah
3
25.000
75.000


Lem pipa
Btol
1
7.500
7.500


Sok drat dalam
Buah
3
3.000
9.000


Sel tip
Rol
3
3.000
9.000


ONGKOS PENGERJAAN






Tukang
Hok
1
50.000
50.000


Pekerja
Hok
1
75.000
75.000



PENGADAAN PAPAN NAMA
Paket
1
550.000
550.000



TOTAL JUMLAH 1+2+3+4+5
10.818.000











KELOMPOK PELAKSANAN
Ketua                          : kadus tuban
Sekertaris                   : kasito
Bendahara                  : agus tini
Anggota –angota       : yurdianto
                                      Fajita
                                      Nusani
                                      Mariani
                                      Yarti
                                      Mirsah
                                      Sumardi
                                    sabdianto












RENCANA GAMBAR DAN BIAYA
PEMBANGUNAN GORONG-GORONG DUSUN SUMUR DUYUNG











. Table Rencana Aksi Masyarakat untuk pembangunan gorong-gorong dan drainase
Maslah dan akar masalah
Tujuan
Kegaiatan dan tahapan pelaksanaan
Lokasi, penerima manfaat dan waktu pelaksanaan
Anggran (Rp.)
Sumber Daya
pelaksan
Tersedia

Tidak tersedia
1
2
3
4
5
6
7
8
-       Taransportasi masyarakat sunbur duyung terganggu pada saat musim hujan
-       Sepanjang jalan selepas dari dusun sempak belum memiliki gorong-gorong
-       Kondisi jalan yang belum permanen
-       Pemerintah membuka jalan tanpa mempertimbangkan dampak
-       Struktur tanah berpasir gembur dan berbatu
-       Sepanjang jalan belum memiliki darenase
-       Jalan terletak dibawah kebun masyrakat yang berbukit
-       Air dari kebun masyrakat mengarah kejalan
-        
-     Adanya rasa aman bagi penguna jalan
-     Jalan tidak rusak akibat air dari kebun masyarakat pada musim hujan
-     Terbangunya infarstruktur pendukung jalan
-     Jalan tidak pututus akibat air dari kebun masyarakat
-   Identipikasi rencana yang akan di kerjakan
-   Menentukan kegiatan pilihan
-   Menyusun proposal dan meyerahkan ke pihak mitra
-   Melakukan sosilisasikaitan dengan rencana pembangunan serta membuat kelompok pelaksana kegiatan
-   Mengumpulkan swadaya bahan local dari pemanfaat
-   Mengumpulakan tenaga yang akan melaksanakan pembangunan
-   Pembelian bahan took
-   Pelaksanaan pembangunan
-   Serah terima bangunan ke pemanfaat
-   monitoring
-    lokasi dusun Sumbur Duyung Desa Tegal maja kecamatan Tanjung kabupaten Lombok Utara.
-    Penerima manfaat………jiwa terdiri dari …….perempuan,……laki-laki,…..anak-anak, ……difabel dan……..ibu hamil
-    Waktu pelaksanaan pembanunan diperkirakan akan menghabiskan waktu sekitar 30 hari pada bulan Agustus 2013.

Bahan local berupa :
-     Pasir pasang
-     Batu kali
-     Bamboo
-     Pekerja
-     Alat kerja
Bahan took berupa :
-   Semen
-   Besi
-   Paku
-   Kawat
-    
Ketua             
Sudianto
Sekertaris : Muliadi
Bendahara : Mirsih
Anggota : wendy
Merdianto
Mulita
Apriani
Mariani




GAMBAR 0%






Description: DSCN9525,lokasi gorong-gorong sumur duyung



Description: DSCN9525,lokasi gorong-gorong sumur duyung
 


















SKETSA GAMBAR GORONG-GORONG





Tampak Samping



DENAH LOKASI
 



















RENCANA ANGGARAN BIAYA
NO
URAIAN
SATUAN
VOL
HARGA SATUAN
JUMLAH
SUMBER BIAYA
PROGRAM
SWADAYA
1
Pek pembersihan dan galian
M3
23,76




Pekerja
Hok
7
50.000
350.000

350.000
2
Pekrjaan pasangan batu
M3
19.95




Semen
Zak
49
75.000
3.675.000


Pasir
M3
10.8
80.000
864.000


Batu kali
M3
22
100.000
2.200.000

300.000
Biaya pemgerjaan






Pekerja
Hok
24
50.000
1.200.000

250.000
Tukang
Hok
12
75.000
900.000


3
Pekerjaan palt gorong-gorong






Besi ø 12 HIJ
lonjor
11
105.000
1.155.000


Kawat bendart
Kg
2
20.000
40.000


Tekblok 1cm
Lbr
2
105.000
210.000


Kayu usuk
M3
0.062
2.500.000
156.000


Semen
Zak
8
75.000
600.000


Batu kerikil
M3
0.936
175.000
163.800


Bambu penyangga
M1
26
5.000
130.000


Ongkos pemgerjaan






Pekerja
Hok
16
50.000
800.000

250.000
Tukang
Hok
8
75.000
600.000


4
PEKERJAAN BOX GORONG-GORONG
M3
0.72




Semen
M3
3
75.000
225.000


Batu kali
M3
0,8
100.000
80.000


Pasir
M3
0.4
80.000
32.000


ONGKOS PENGERJAAN






Pekerja
Hok
8
50.000
400.000


Tukang
Hok
4
75.000
300.000


5
PEKERJAAN LANTAI
M3
2.2




Semen
Zak
14
75.000
1.050.000


Pasir
M3
1.2
80.000
96.000


batu 4/5
M3
1.5
150.000
275.000


ONGKOS PENGERJAAN






Pekerja
Hok
6
50.000
300.000


tukang
Hok
3
75.000
225.000


6
PEKERJAAN SIARAN dan ACI






Semen
Zak
4
75.000
300.000


pasir
M3
0.5
80.000
40.000


ONGKOS PENGERJAAN






Pekerja
Hok
6
50.000
300.000


tukang
Hok
3
75.000
225.00


7
PENGADAAN PAPAN NAMA
Paket
1
550.000
550.000



JUMLAH TOTAL 1+2+3+4+5+6+7
17.441.800





















KELOMPOK PELAKSANA
Ketua                          : Kadus Sumur Duyung
Sekertaris       : Muliadi
Bendahara      : Mirsih
Anggota          : wendy
                          Merdianto
                          Mulita
                          Apriani
                          Mirni
































RENCANA GAMBAR DAN BIAYA
TALUD DAN RABAT JALAN DUSUN TEBANYAK









. Table Rencana Aksi Masyarakat untuk pembangunan gorong-gorong dan drainase
Maslah dan akar masalah
Tujuan
Kegaiatan dan tahapan pelaksanaan
Lokasi, penerima manfaat dan waktu pelaksanaan
Anggran (Rp.)
Sumber Daya
pelaksan
Tersedia

Tidak tersedia
1
2
3
4
5
6
7
8
-       Pemukiman masyarakat terletak diposisi yang miring serta rawan longsor banjir
-       Struktur tanah yang berpasir dan gembur dan berbatu
-       Talud yang ada tidak permanen
-       Belum adanya tata ruang untuk pemukiman masyarakat
-       Setiap musim hujan selalu masyarakat khwatir akan terjadi longsor disekitar pemukiman
-     Adanya penahan tanah sehingga tidak terkikis pada musim hujan
-     Adanya rasa aman bagi masyarakat terhadap ancaman longsor
-     Adanya akses bagi satu rumah dengan rumah lainnya di sekitarnya
-     Terbangunya talud dan rabat jalan
-   Identipikasi rencana yang akan di kerjakan
-   Menentukan kegiatan pilihan
-   Menyusun proposal dan meyerahkan ke pihak mitra
-   Melakukan sosilisasikaitan dengan rencana pembangunan serta membuat kelompok pelaksana kegiatan
-   Mengumpulkan swadaya bahan local dari pemanfaat
-   Mengumpulakan tenaga yang akan melaksanakan pembangunan
-   Pembelian bahan took
-   Pelaksanaan pembangunan
-   Serah terima bangunan ke pemanfaat
-   monitoring
-    lokasi Dusun Tebanyak Desa Tegal Maja kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara.
-    Penerima manfaat………jiwa terdiri dari …….perempuan,……laki-laki,…..anak-anak, ……difabel dan……..ibu hamil
-    Waktu pelaksanaan pembanunan diperkirakan akan menghabiskan waktu sekitar 30 hari pada bulan Agustus 2013.

Bahan local berupa :
-     Pasir pasang
-     Batu kali
-     Bamboo
-     Pekerja
-     Alat kerja
Bahan took berupa :
-   Semen
-   Paku
-   Batu krikil
-    
Ketua  :
Purnawanto
Sekertaris : Nopiati
Bendahara : Siardi
Anggota :
Amak Kartini
Sabardi
Artini
Nursanti
Adi Wardana






GAMBAR 0%



Description: DSCN0181


Description: DSCN0181
 


















                   
SKETSA GAMBAR

                                                                                                       
RENCANA ANGGARAN BIAYA
NO
URAIAN
SATUAN
VOLUME
HARGA SATUAN
JUMLAH
1
Pekerjaan pembersihan lokasi pembangunan talud
Hok
8
50.000
400.000
2
Pekerjaan pemasangan talud




-          Semen
Zak
169
75.000
5.625.000
-          Pasir
M3
16
80.000
1.280.000
-          Batu pecah/kali
M3
67
100.000
6.700.000
3
Ongkos pekerjaan




-          Pekerja
Hok
50
50.000
2.500.000
-          Tukang
Hok
25
75.000
1.875.000
4
Pekerjaan rabat




-          Semen
Zak
27
75.000
2.025.000
-          Pasir
M3
3,5
80.000
280.000
-          Koral
M3
5,5
185.000
1.017.500
5
Ongkos pekerjaan




-          Pekerja
Hok
18
50.000
900.000
-          Tukang
Hok
6
75.000
450.000
6
Pengadaan papan nama
Unit
1
550.000
550.000

Total jumlah
23.602.500

KELOMPOK PELAKSANA
Ketua                          : Kadus Teanayak
Sekertaris       : Nopiati
Bendahara      : Siardi
Anggota          : Amak Kartini
                          Sabardi
                          Artini
                          Nursanti
                          Adi Wardana













RENCANA SUPERVISI









No
Kegiatan
Waktu
Lokasi
Pj

1
Survey lokasi :
-       pembangunan bak air pemandian
-       pembangunan gorong-gorong
-       talud dan rabat jalan
Awal maret 2013
Dusun :
-      Tuban
-      Sumur Duyung
-      Tebanyak
Kadus, RT, TSBD, dan CF
2
Pengukuran
Minggu 2 maret
Kadus, RT, TSBD, dan CF
3
Penyusunan kelompok
Akhir  maret
Kadus
4
Pembuatan gambar RAB
Awal apil 2013
CF
5
Pengajuan
Juni 2013
Ketua kelompok dan CF
6
Sosialisasi rencana pembangunan
Minggu 4 Agustus 2013
CF BDR tegal maja
Dan kelompok pelaksana
7
Pengumpulan bahan-bahan
Minggu 4 Agustus 2013
Kelompok pelaksana danmasyarakat pemanfaat
8
Perekrutan tenaga pekerja
Minggu 4 Agustus 2013
Kelompok pelaksana
9
Monitoring evaluasi
Dari awal pelaksanaan sampai akhir pelaksanaan
Forum PRB dan BPD Desa
10
Pelaksanaan pekerjaan
Minggu 1-4
Agustus 2013
Kelompok pelaksana danpekerja
11
Penyelsaian pekejaan
Awal September  2013
Kelompok pelaksana danpekerja
12
Serah terima sarana dari program ke masyarakat pemenfaat
Awal September  2013
Kelompok pelaksana
13
Pemeliharaan
Dari penyerahan
Masyarakat dan kelompok