Sosialisasi PB (Penanggulangan Bencana) dan Hak-hak masyarakat terkait PB Kepada anak-anak sekolah minggu budhis pada tanggal 30 nopember 2014 bertempat dipantai infost yang dilakukan oleh TSBD Tegal Maja guna meningkatkan pengetahuan adik-adik sekolah minggu terkait dengan Penangulangan Bencana dan hak-hak masyarakat dalam penanggulangan bencana,diharapakan supaya pengetahuan tentang PB dan pengurangan resiko bencana bisa diajarkan atau ditanamkan sejak dini kepada adik-adik sekolah minggu budhis sehingga mereka bisa ikut serta dalam rangka penanggulangan bencana dan mereka bisa mengenali karakteristik ancaman diwilayah mereka dan mereka tahu tahapan-tahapan dalam Penanggulangan Bencana yang dikenal dengan manajemen bencana
www.tsbdtegalmaja.blogspot.com adalah blog yang dibuat oleh TSBD Tegal Maja Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara, untuk menyimpan dan memberikan informasi terkait kepengurusan dan kegiatan TSBD untuk mudah dipelajari kembali dan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kedepan baik manajemen organisasi maupun kegiatan-kegiatan yang brsepektif PRB yang pro kepada masyarakat miskin terutama kelompok-kelompok rentan,Lebih lanjut mengenai blog ini bisa dilihat dilaman TENTANG BLOG INI.SALAM SIAGA
Selasa, 02 Desember 2014
Rabu, 19 November 2014
Selasa, 04 November 2014
Definisi dan Jenis Bencana
Bencana adalah peristiwa atau
rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan
masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam
maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia,
kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Definisi tersebut
menyebutkan bahwa bencana disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia.
Oleh karena itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tersebut juga mendefinisikan
mengenai bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa
atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa
bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah
longsor.
Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa
atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal
modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.
Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa
atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik
sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror.
Kejadian Bencana adalah peristiwa bencana yang terjadi dan
dicatat berdasarkan tanggal kejadian, lokasi, jenis bencana, korban dan/ataupun
kerusakan. Jika terjadi bencana pada tanggal yang sama dan melanda lebih dari
satu wilayah, maka dihitung sebagai satu kejadian.
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi
yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas
gunung api atau runtuhan batuan.
Letusan gunung api merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang
dikenal dengan istilah "erupsi". Bahaya letusan gunung api dapat
berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun,
tsunami dan banjir lahar.
Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan
("tsu" berarti lautan, "nami" berarti gelombang ombak).
Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena
adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi.
Tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah
atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat
terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng.
Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah
atau daratan karena volume air yang meningkat.
Banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba
dengan debit air yang besar yang disebabkan terbendungnya aliran sungai pada
alur sungai.
Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan
hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Adapun yang dimaksud
kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang terjadi di lahan
pertanian yang ada tanaman (padi, jagung, kedelai dan lain-lain) yang sedang
dibudidayakan .
Kebakaran adalah situasi dimana bangunan pada suatu tempat seperti
rumah/pemukiman, pabrik, pasar, gedung dan lain-lain dilanda api yang
menimbulkan korban dan/atau kerugian.
Kebakaran hutan dan lahan adalah suatu keadaan di mana hutan
dan lahan dilanda api, sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan lahan yang
menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan. Kebakaran hutan dan
lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan
kesehatan masyarakat sekitar.
Angin puting beliung adalah angin kencang yang datang secara
tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan
kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam
waktu singkat (3-5 menit).
Gelombang pasang atau badai adalah gelombang tinggi yang
ditimbulkan karena efek terjadinya siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia
dan berpotensi kuat menimbulkan bencana alam. Indonesia bukan daerah lintasan
siklon tropis tetapi keberadaan siklon tropis akan memberikan pengaruh kuat
terjadinya angin kencang, gelombang tinggi disertai hujan deras.
Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan
arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai.
Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipicu oleh terganggunya keseimbangan
alam daerah pantai tersebut. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami,
namun manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi.
Kecelakaan transportasi adalah kecelakaan moda transportasi yang
terjadi di darat, laut dan udara.
Kecelakaan industri adalah kecelakaan yang disebabkan oleh dua
faktor, yaitu perilaku kerja yang berbahaya (unsafe human act) dan kondisi yang
berbahaya (unsafe conditions). Adapun jenis kecelakaan yang terjadi sangat
bergantung pada macam industrinya, misalnya bahan dan peralatan kerja yang
dipergunakan, proses kerja, kondisi tempat kerja, bahkan pekerja yang terlibat
di dalamnya.
Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian
kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah
dalam kurun waktu tertentu. Status Kejadian Luar Biasa diatur oleh Peraturan
Menteri Kesehatan RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004.
Konflik Sosial atau kerusuhan sosial atau huru hara adalah suatu gerakan massal
yang bersifat merusak tatanan dan tata tertib sosial yang ada, yang dipicu oleh
kecemburuan sosial, budaya dan ekonomi yang biasanya dikemas sebagai
pertentangan antar suku, agama, ras (SARA).
Aksi Teror adalah aksi yang dilakukan oleh setiap orang yang dengan sengaja
menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan sehingga menimbulkan suasana teror
atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang
bersifat masal, dengan cara merampas kemerdekaan sehingga mengakibatkan
hilangnya nyawa dan harta benda, mengakibatkan kerusakan atau kehancuran
terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas
publik internasional.
Sabotase adalah tindakan yang dilakukan untuk
melemahkan musuh melalui subversi, penghambatan, pengacauan dan/ atau penghancuran.
Dalam perang, istilah ini digunakan untuk mendiskripsikan aktivitas individu
atau grup yang tidak berhubungan dengan militer, tetapi dengan spionase.
Sabotase dapat dilakukan terhadap beberapa sruktur penting, seperti
infrastruktur, struktur ekonomi, dan lain-lain.
Sabtu, 01 November 2014
Pelatihan Manajemen dan kepemimpinan TSBD/TSBK
Dalam rangka peningkatan kapasitas TSBD/TSBK dan dalam rangka ” MEMBANGUN DAN MEMPERKUAT KETANGUHAN BENCANA DI INDONESIA TIMUR”, OXFAM dengan di dukung oleh BNPB,AUSTRALIAN AID dan Yayasan KOSLATA bersama melaksanakan pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Bagi TSBD/TSBK yang bertempat di Harris Hotels sun set road Bali selama tiga hari dari tanggal 21-23 oktober 2014 ,yang peserta pelatihan tersebut berasal TABD/TSBK dari beberapa Kabupaten dan Provinsi di Indonesia timur,materi yang diberikan yaitu terkait manajemen dan kepemimpinan TSBD yang pematerinya yaitu kang ADE,Bp toeg imin dkk,TSBD/TSBK dilatih baagaimana memanajemen organisasi dan seperti apa seharusnya kereteria yang dimiliki oleh seorang pemimpin, beberapa model kepemimpinan dan pemimpin seharusnya tahu peran-peranya serta mampu menanalisa karakter dan kemampuan anggota atau bawahannya sehingga bisa mengunakan beberepa jenis gaya kepemimpinan dan juga bisa memanajemen konflik dalam kepemimpinan atau organisai,TSBD/TSBK juga di ajarkan bagaimana membangun tim yang baik,membantu rekan baru dalam tim,kerjasama dan saling percaya,TSBD juga diajarkan bagaimana berkomunikasi yang epektif,tehnik-tehnik berkomunikasi,mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan menjadi seorang komunikator yang terampil.TSBD juga diajarkan tentang ADVOKASI,Kapan harus melakukan advokasi,Tingkatan advokasi,Strategi advokasi,Alat dan Bahan yang Dibutuhkan dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam Advokasi.dalam sela pembelajaran pemateri mengutarakan kekawatiran tentang keberlanjutan Program dan Organisasi TSBD ketika tidak lagi ada pendampingan OXFAM dan KOSLATA pertanyaannya apakah TSBD mampu berdiri mandiri ? maka jawabanya adalah anggaran yang bisa menunjang semua ini katanya caranya TSBD harus memiliki usaha mandiri dan juga melakukan PUND RAISING ( penggalangan dana/mencari pendonor dana) dengan dasar-dasar dan tahapan pund raising yang benar.Para peserta diminta untuk membuat rencana tindak lanjut (TRL) penggalangan dana (anggaran) dan usaha mandiri yang berspektif PRB untuk dilaksanakan didesa masing-masing dan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa untuk keberlanjutan program TSBD dan juga peserta diharapkan mampu mengulang dan meberikan pengetahuan yang didapat kepada angota TSBD yang lain.SELAMAT MEMBACA dan salam SIAGA.
Jumat, 31 Oktober 2014
MUSDUS kurang partisipatif karena kurangnya kesadaran dan kepedulian kita bersama
sekarang adalah bulan dimana perencanaan pembangunan mulai
di bahas mulai dari tingkatan RT dan DUSUN dan DESA ,ditingkatan dusun dan RT
MUSDUS terkadang kurang partisipatif atau kurangnya kesetaraan gender hanya didominasi oleh tokoh-tokoh
atau orang-orang yang intlektual dan terkadang para pemuda atau tokoh muda
terlupakan padahal dibalik emosional mudanya mereka memiliki potensi yang bisa
dikembangkan dan memiliki ide pikiran yang positif yang mungkin sangat
bermanfaat,tetapi kita tidak hanya menyalahkan siapa-siapa semua ini karena
kesadaran dan kepedulian kita pada kepentingan bersama belum terbangun termasuk
masyarakat itu sendiri dan terkadang MUSyawarah DUSun tidak dilaksanakan secara
partisipatif artinya usulan bukan langsung dari masyarakat tetapi terkadang
hanya di buat oleh kepala Dusun DanKetua RT sehingga apa yang direncanakan dan
diusulkan terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan masyaraka sehingga dalam
implementasi atau pelaksanaan program terkadang kurang mendapat perhatian
masyarakat karena merasa tidak pernah ikut dilibatkan dalam perencannan dan
pengusulan padahal semua itu di akibatkan oleh kesadaran dan kepedulian kita
akan kepentingan bersama masih kurang maka dari itu saya ingin mengajak kita
bersama untuk membangun kesadaran dan kepedulian akan kepentingan bersama
terutama dalam perencanaan pembangunan di Dusun dan bisa menentukan sekala
kebutuhan mendesak atau sekala prioritas supaya tidak terjadi kecemburuan
pelaksanaan pembangunan
Kamis, 30 Oktober 2014
Tentang Blog dan Organisasi TSBD Tegal Maja
Blog ini adalah blog yang dibuat oleh TSBD Tegal Maja untuk
menyimpan dan memberikan dan informasi terkait kepengurusan dan kegiatan TSBD
untuk mudah dipelajari kembali dan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan
kedepan baik manajemen organisasi maupun kegiatan-kegiatan yang brsepektif PRB
yang pro kepada masyarakat miskin terutama kelompok-kelompok rentan dan
membangun ketahan perempuan dan ketahanan ekonomi masyarakat,karena masyarakat
akan bisa tahan dan tangguh apabila ekonominya cukup,maka dari itu selain ikut
dalam perencaanaan pembangunan didesa baik fisik maupun non fisik yang
berperspektif PRB kami juga ingin juga ingin ikut membantu masyarakat dalam
meraih program yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi yang pro kepada
masyarakat miskin terutama kelompok rentan,berbicara BENCANA bukan lagi menjadi
tangung jawab satu atau dua orang tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama
yaitu MASYARAKAT,PEMERINTAH,dan SWASTA maka dari itu mari sekaranglah saatnya
kita berfikir bagaimana memanajemen bencana diwilayah kita dari sebelum terjadi
bencana kita akan lakukan pencegahan(Mitigasi),situasi saat ada potensi bencana
kita dalam posisi siaga,saat terjadi bencana kita tanggap darurat,setelah
terjadi bencana kita ikut berpartisipasi dalam rehabilitan baik fisik maupun
fsikologis,maka dari itu mari kita kenali tanda-tandanya dan kita kita kurangi
resikonya dan jangan berfikir bencana itu datang karena berdirinya
organisasi-organisasi yang berbicara dan bertujuan memanajemen penangulangan
bencana seperti TSBD karena selain itu merupakan kehendak tuhan juga manusia
ikut andil dalam suatu bencana,dan walaupun kita hanya relawan yang bermodalkan
fikiran dan tenaga tapi kita patut bersyukur dapat melakukan hal untuk
kemanusiaan karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi
manusia lain maka demi rasa kemanusiaan dan demi keberlanjuran program
kami,kami sangat mengharapkan bantuan dari pihak pemerintah supaya kami bisa
dianggarkan,demikian sekilas tentang blog dan organisasi kami kami tidak
menutup diri kami akan membuka diri saran,pendapat dan masukan sangat kami
harapkan guna perbaikan kedepan,SALAM SIAGA
Propsal SG tegal Maja
![]() |
![]() |
|||
![]() |
||||
![]() |
||||
PROPOSAL
RENCANA
AKSI MASYARAKAT DESA TEGAL MAJA
KECAMATAN
TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA NTB
- GAMBARAN UMUM DESA
Desa tegal maja adalah salah
satu desa dari tiga puluh tiga desa yang ada di kabupaten Lombok utara serta
memiliki tingkat resiko tinggi terhadap ancaman bencana, desa tegal maja
memiliki batas dengan desa-desa diantaranya :
Sebelah
timur desa jenggal
Seelah
barat desa sokong
Sebelah
utara desa tanjung
Sementara
disebelah selatan berbatasan dengan hutan mutran.
Desa
Tegal Maja memiliki luas wilayah ± 12,28
km2, Desa Tegal Maja terdiri atas 11 Dusun, terdiri dari : Dusun Lendang Bila,
Dusun Tenangga, Dusun Tebanyak, Dusun Leong Tengah, Dusun Leong Timur, Dusun
Leong Barat, Dusun Tuban, Dusun Medain, Dusun Panasan Daya, Dusun Sempak, Dusun
Sumur Duyung.
desa
Tegal maja memiliki sejarah kebencanaan diantarnya longsor dan banjir, desa
tegal maja yang berbukit dan sebagian kecil wilayahnya yang datar sehingga
setiap musim hujan yang lebat dan berkepanjangan maka akan mengakibatkan terjadi banjir, sementara sebagian besar
masyarakat tinggal di kelerengan yang tanahnya labil di lihat dari sisi
tersebut masyarakat desa tegal maja berada pada lokasi yang tidak aman.
Dari 11
dusun yang sebagian besar dusunnya terletak diketinggian, begitu pula
lokasipemukiman berada di atas dan bawah bukit, mata pencaharin masyarakat desa
tegal maja sebagian besar petani, buruh tani, dan serabutan dengan semakin
pesatnya angka kelahiran sehingga ada sebagian lahan pertanian masyarakat
beralih fungsi untuk lahan persawahan
sebagian besar menjadi tempat tinggal dan perkebunan, pada musim tertentu
masyarakat menjadi buruh untuk dapat mengimbangi pendapatan.
dengan wilayah
yang cukup luas fasilitas umum yang ada di desa tegal maja masih kurang sehingga
masyarakat memiliki kesulitan pada saat-saat tertentu karna minimnya sarana yang dibangunkan pemerintah
seperti jalan penghubung antara satu dusun dengan lainnya belum dipermanen seperti
pembangunan pengaman jalan dalam bentuk darianse, talud dan gorong-gorong sehingga
disepanjang jalan sering kita jumpai longsor-longsor kecil dan tidak tutup
kemungkinan terjadi longsor besar dan berdampak pada asset penghidupan
masyarakat sedangkan untuk sarana air bersih yang diambil dari bebrapa mata air
yang ada belum dikelola dengan maksimal karna keterbatasan sumbrdaya manusia
tentang penglolaan air.
- RINGKASAN KAJIAN RESIKO
Dari
kajian yang pernah dilakukan di desa tegal maja yang menjadi perlu untuk
diperhatian terutama bagi masyarakat perempuan dan anak-anak saat ini masih
banyak yang sering ke sungai dan mata air untuk mengambil kebutuhan air bersih
untuk konsumsi serta mandi, di satu sisi
lokasi tersebut cukup rawan sehingga tingkat resikonya cukup tinggi terjadi
longsor, kalu terjadi longsor maka bagi masyarakat terurtama kelompok perempuan
akan kehilangan tempat mereka untuk mengambil air serta untuk mandi dan
mencuci, mengingat desa tegal maja memiliki banyak jalur aliran air yang
berakhir di daerah aliran sungai sokong dan sungai selbung disamping itu juga
georapis desa tegal maja yang berbukit dan memiliki struktur tanah yang
berpasir dan berbatu.
Dengan
kondisi alam seperti diatas, Desa Tegal Maja
memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi terhadap ancaman bahaya
bencana, apa lagi kalau dilihat dari sejarah kejadian bencana yang pernah
terjadi sekitar tahun 1960, 1970, 1993,1995 dan tahun 1998, dan tahun 2011 pernah terjadi banjir dan longsor yang
mengakibatkan tertimbun dan tegerusnya
lahan pertanian masyarakat serta mengakibatkan tertibun dan rusaknya sarana air
bersih masyarakat
Dari
perkembangan jumlah penduduk desa tegal maja dapat kita lihat jumlah kepala
keluarga yang ada di desa tegal maja 2280 dan 5827 Jiwa terdiri dari 2849 Laki
2978 perempuan 444 anak-anak, 38 hamil dan 48 difabel dengan kondisi georafis
yang berbukit ini yang menjadi kerentanan bagi masyarakat terutama bagi
perempuan dan anak-anak yang sering kesungai dan lokasi mata air untuk
mengambil kebutuahan air bersih, serta mencuci dan mandi, disatu sisi akan
bermasalah bagi masyarakat jika terjadi longsor.
Kondisi
lain juga pada saat terjadi hujan yang lebat takjarang mengakibatkan putusnya jalan sehingga masyarakat kesulitan
untuk melakukan aktifitas, di
beberapa dusun yang jauh dari akses
jalan utama, saat ini kondisi jalan tanah dan sepanjang jalan yang dibawah
bukit tidak memiliki talud serta belum adanya gorong-gorong permanaen, serta
sebagian rumah masyarakat yang berada dibawah jalan sangat tidak aman dari
akibat hujan lebat sering terjadi longsor, sementara antara jalan dan rumah
masyarakat tidak memiliki talud pengaman, diperkirakan ketinggian jalan dan
rumah masyarakat kurang lebih dari
3s/d4 meter sedangangkan jarak rumah dan jalan cukup dekat, Ini
dikarnakan tata ruang pemukiman masyarakat yang tidak ada, serta adanya
pembukaan jalan oleh pemerintah yang tidak awali dengan kajian teknis.
Dengan kondisi lingkungan yang belum tertata dengan baik
serta belum adanya peraturan desa tentang tata kelola lahan serta pemukiman
atau tata ruang desa, sehingga masyarakat belum memahami pentingnya pemilihan
tempat mendirikan rumah yang layak ditambah lagi tidak semua masyarakat tarap
ekonominya yang memadai sehingga konstruksi rumah pun asal jadi tanpa
mempertimbangkan aspek kemanan dan kenyaman, sehingga sebagian besar dari
pemukiman masyarakat menjadi rentan dan terancam oleh banjir dan longsor.

RENCANA GAMBAR DAN BIAYA
PEKERJAAN BAK AIR DAN TEMPAT PEMANDIAN DUSUN TUBAN
. Table Rencana Aksi Masyarakat
untuk pembangunan bak air dan tempat pemandian
|
Maslah
dan akar masalah
|
Tujuan
|
Kegaiatan
dan tahapan pelaksanaan
|
Lokasi,
penerima manfaat dan waktu pelaksanaan
|
Anggran
(Rp.)
|
Sumber
Daya
|
pelaksan
|
|
|
Tersedia
|
Tidak
tersedia
|
||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
|
-
Tempat
atau bak penampungan serta tempat pemandian masyarakat saat ini yang ada
tidak layak
-
Rentan
oleh timbunan tanah longsor
-
Mata
air dan bangunan berdekatan (dibawah tebing yang mengluarkanai)
-
Kondisi
bangunan bak yang sudah tidak layak dan tidak mengunakan besi pada kolom dan
slof serta tidak ada penutup
-
Masyarakat
memanfaatkan sebagai tempat mandi dengan telanjang dada
-
Belum
ada penutup atau penyekat tempat mandi.
|
-
Tersedianya
air bersih bagi masyarakat
-
Adanya
tempat yang layak bagi masyarakat untuk mandi
-
Kebersihan
air terlindung dari tanah dan dedaunan
-
Adanya
tempat penampungan air bersih bagi masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari
-
Terlindungnya
mata air
|
-
Identipikasi
rencana yang akan di kerjakan
-
Menentukan
kegiatan pilihan
-
Menyusun
proposal dan meyerahkan ke pihak mitra
-
Melakukan
sosilisasikaitan dengan rencana pembangunan serta membuat kelompok pelaksana
kegiatan
-
Mengumpulkan
swadaya bahan local dari pemanfaat
-
Mengumpulakan
tenaga yang akan melaksanakan pembangunan
-
Pembelian
bahan took
-
Pelaksanaan
pembangunan
-
Serah
terima bangnan ke pemanfaat
-
monitoring
|
-
lokasi
dusun tuban desa tegal maja kecamatan tanjung kabupaten Lombok utara.
-
Penerima
manfaat………jiwa terdiri dari …….perempuan,……laki-laki,…..anak-anak, ……difabel
dan……..ibu hamil
-
Waktu
pelaksanaan pembanunan diperkirakan akan menghabiskan waktu sekitar 30 hari
pada bulan Agustus 2013.
|
|
Bahan local berupa :
-
Pasir
pasang
-
Batu
kali
-
Bamboo
-
Pekerja
-
Alat
kerja
|
Bahan took berupa :
-
Semen
-
Besi
-
Pipa
-
Kran
-
Lem
-
Paku
-
Kawat
-
|
Ketua Kasita
Sekertaris
Kasito
Bendahara
Agus tini
Anggota
: Yurdianto
Fajita
Nusani Mariani
Yarti
Mirsah
Sumardi
Sabdianto
|


SKETSA GAMBAR
RENCANA ANGGARAN BIAYA
|
NO
|
URAIAN
|
SATUAN
|
VOLUME
|
HARGA SATUAN
|
JUMLAH
|
SUMBER BIAYA
|
|
|
PROGRAM
|
SWADAYA
|
||||||
|
1
|
PEK PEMBESIAN
|
|
|
|
|
|
|
|
Besi ø 12 HIJ
|
lonjor
|
14
|
105.000
|
1.470.000
|
|
|
|
|
Besi ø 10 HIJ
|
Lonjor
|
8
|
55.000
|
440.000
|
|
|
|
|
Besi ø 6 HIJ
|
lonjor
|
8
|
20.000
|
160.000
|
|
|
|
|
Kawat bendrat
|
Kg
|
2
|
20.000
|
40.000
|
|
|
|
|
ONGKOS PEKERJAAN
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pekerja
|
Hok
|
6
|
50.000
|
300.000
|
|
|
|
|
Tukang
|
Hok
|
3
|
75.000
|
225.000
|
|
|
|
|
2
|
PEKERJAAN PONDASI
|
M3
|
3.9
|
|
|
|
|
|
Semen
|
Zak
|
10
|
75.000
|
750.000
|
|
|
|
|
Batu kali
|
M3
|
4.5
|
100.000
|
450.000
|
|
|
|
|
Pasir
|
M3
|
2.2
|
80.000
|
176.000
|
|
|
|
|
ONGKOS PEKERJAAN
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pekerja
|
Hok
|
8
|
50.000
|
400.000
|
|
|
|
|
Tukang
|
Hok
|
4
|
75.000
|
300.000
|
|
|
|
|
3
|
PEKERJAAN PENGECORAN DAN TEMBOK
|
M3
|
1.3512
|
|
|
|
|
|
Semen
|
Zak
|
15
|
75.000
|
1.125.000
|
|
|
|
|
Batako
|
Biji
|
378
|
2500
|
945.000
|
|
|
|
|
Pasir
|
M3
|
2
|
80.000
|
160.000
|
|
|
|
|
Papan gisting
|
M3
|
0.2
|
2.500.000
|
500.000
|
|
|
|
|
Batu kereikil 2/3
|
M3
|
1
|
175.000
|
175.000
|
|
|
|
|
Kayu usuk 5/5
|
M3
|
0.05
|
2.500.000
|
125.000
|
|
|
|
|
Besi paku 5-7
|
Kg
|
3
|
20.000
|
60.000
|
|
|
|
|
ONGKOS PENGERJAAN
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tukang
|
Hok
|
16
|
50.000
|
800.000
|
|
|
|
|
Pekerja
|
Hok
|
8
|
75.000
|
600.000
|
|
|
|
|
4
|
PEKERJAAN LANATI
|
M3
|
0.60
|
|
|
|
|
|
Semen
|
Zak
|
4
|
75.000
|
300.000
|
|
|
|
|
Pasir
|
M3
|
0,3
|
80.000
|
24.000
|
|
|
|
|
Batu Krikil 2/3
|
M3
|
0,5
|
175.000
|
87.500
|
|
|
|
|
ONGKOS PENGERJAAN
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tukang
|
Hok
|
4
|
50.000
|
200.000
|
|
|
|
|
Pekerja
|
Hok
|
2
|
75.000
|
150.000
|
|
|
|
|
5
|
PEKERJAAN INSTALASI PIPA
|
|
|
|
|
|
|
|
Pipa ½
|
M1
|
4
|
5.000
|
20.000
|
|
|
|
|
Pipa 2
|
M1
|
4
|
15.000
|
60.000
|
|
|
|
|
Kran ½
|
Buah
|
3
|
25.000
|
75.000
|
|
|
|
|
Lem pipa
|
Btol
|
1
|
7.500
|
7.500
|
|
|
|
|
Sok drat dalam
|
Buah
|
3
|
3.000
|
9.000
|
|
|
|
|
Sel tip
|
Rol
|
3
|
3.000
|
9.000
|
|
|
|
|
ONGKOS PENGERJAAN
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tukang
|
Hok
|
1
|
50.000
|
50.000
|
|
|
|
|
Pekerja
|
Hok
|
1
|
75.000
|
75.000
|
|
|
|
|
|
PENGADAAN PAPAN NAMA
|
Paket
|
1
|
550.000
|
550.000
|
|
|
|
|
TOTAL JUMLAH 1+2+3+4+5
|
10.818.000
|
|
|
|||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
KELOMPOK PELAKSANAN
Ketua :
kadus tuban
Sekertaris :
kasito
Bendahara :
agus tini
Anggota –angota :
yurdianto
Fajita
Nusani
Mariani
Yarti
Mirsah
Sumardi
sabdianto

RENCANA GAMBAR DAN BIAYA
PEMBANGUNAN GORONG-GORONG DUSUN SUMUR DUYUNG
. Table Rencana Aksi Masyarakat
untuk pembangunan gorong-gorong dan drainase
|
Maslah
dan akar masalah
|
Tujuan
|
Kegaiatan
dan tahapan pelaksanaan
|
Lokasi,
penerima manfaat dan waktu pelaksanaan
|
Anggran
(Rp.)
|
Sumber
Daya
|
pelaksan
|
|
|
Tersedia
|
Tidak
tersedia
|
||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
|
-
Taransportasi
masyarakat sunbur duyung terganggu pada saat musim hujan
-
Sepanjang
jalan selepas dari dusun sempak belum memiliki gorong-gorong
-
Kondisi
jalan yang belum permanen
-
Pemerintah
membuka jalan tanpa mempertimbangkan dampak
-
Struktur
tanah berpasir gembur dan berbatu
-
Sepanjang
jalan belum memiliki darenase
-
Jalan
terletak dibawah kebun masyrakat yang berbukit
-
Air
dari kebun masyrakat mengarah kejalan
-
|
-
Adanya
rasa aman bagi penguna jalan
-
Jalan
tidak rusak akibat air dari kebun masyarakat pada musim hujan
-
Terbangunya
infarstruktur pendukung jalan
-
Jalan
tidak pututus akibat air dari kebun masyarakat
|
-
Identipikasi
rencana yang akan di kerjakan
-
Menentukan
kegiatan pilihan
-
Menyusun
proposal dan meyerahkan ke pihak mitra
-
Melakukan
sosilisasikaitan dengan rencana pembangunan serta membuat kelompok pelaksana
kegiatan
-
Mengumpulkan
swadaya bahan local dari pemanfaat
-
Mengumpulakan
tenaga yang akan melaksanakan pembangunan
-
Pembelian
bahan took
-
Pelaksanaan
pembangunan
-
Serah
terima bangunan ke pemanfaat
-
monitoring
|
-
lokasi
dusun Sumbur Duyung Desa Tegal maja kecamatan Tanjung kabupaten Lombok Utara.
-
Penerima
manfaat………jiwa terdiri dari …….perempuan,……laki-laki,…..anak-anak, ……difabel
dan……..ibu hamil
-
Waktu
pelaksanaan pembanunan diperkirakan akan menghabiskan waktu sekitar 30 hari
pada bulan Agustus 2013.
|
|
Bahan local berupa :
-
Pasir
pasang
-
Batu
kali
-
Bamboo
-
Pekerja
-
Alat
kerja
|
Bahan took berupa :
-
Semen
-
Besi
-
Paku
-
Kawat
-
|
Ketua
Sudianto
Sekertaris
: Muliadi
Bendahara
: Mirsih
Anggota
: wendy
Merdianto
Mulita
Apriani
Mariani
|
GAMBAR 0%
![]() |
|||
![]() |
|||
SKETSA GAMBAR GORONG-GORONG
![]() |
|||
RENCANA ANGGARAN BIAYA
|
NO
|
URAIAN
|
SATUAN
|
VOL
|
HARGA
SATUAN
|
JUMLAH
|
SUMBER
BIAYA
|
||||
|
PROGRAM
|
SWADAYA
|
|||||||||
|
1
|
Pek
pembersihan dan galian
|
M3
|
23,76
|
|
|
|
|
|||
|
Pekerja
|
Hok
|
7
|
50.000
|
350.000
|
|
350.000
|
||||
|
2
|
Pekrjaan
pasangan batu
|
M3
|
19.95
|
|
|
|
|
|||
|
Semen
|
Zak
|
49
|
75.000
|
3.675.000
|
|
|
||||
|
Pasir
|
M3
|
10.8
|
80.000
|
864.000
|
|
|
||||
|
Batu kali
|
M3
|
22
|
100.000
|
2.200.000
|
|
300.000
|
||||
|
Biaya
pemgerjaan
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Pekerja
|
Hok
|
24
|
50.000
|
1.200.000
|
|
250.000
|
||||
|
Tukang
|
Hok
|
12
|
75.000
|
900.000
|
|
|
||||
|
3
|
Pekerjaan
palt gorong-gorong
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
Besi ø 12 HIJ
|
lonjor
|
11
|
105.000
|
1.155.000
|
|
|
||||
|
Kawat bendart
|
Kg
|
2
|
20.000
|
40.000
|
|
|
||||
|
Tekblok 1cm
|
Lbr
|
2
|
105.000
|
210.000
|
|
|
||||
|
Kayu usuk
|
M3
|
0.062
|
2.500.000
|
156.000
|
|
|
||||
|
Semen
|
Zak
|
8
|
75.000
|
600.000
|
|
|
||||
|
Batu kerikil
|
M3
|
0.936
|
175.000
|
163.800
|
|
|
||||
|
Bambu penyangga
|
M1
|
26
|
5.000
|
130.000
|
|
|
||||
|
Ongkos
pemgerjaan
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Pekerja
|
Hok
|
16
|
50.000
|
800.000
|
|
250.000
|
||||
|
Tukang
|
Hok
|
8
|
75.000
|
600.000
|
|
|
||||
|
4
|
PEKERJAAN
BOX GORONG-GORONG
|
M3
|
0.72
|
|
|
|
|
|||
|
Semen
|
M3
|
3
|
75.000
|
225.000
|
|
|
||||
|
Batu kali
|
M3
|
0,8
|
100.000
|
80.000
|
|
|
||||
|
Pasir
|
M3
|
0.4
|
80.000
|
32.000
|
|
|
||||
|
ONGKOS
PENGERJAAN
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Pekerja
|
Hok
|
8
|
50.000
|
400.000
|
|
|
||||
|
Tukang
|
Hok
|
4
|
75.000
|
300.000
|
|
|
||||
|
5
|
PEKERJAAN
LANTAI
|
M3
|
2.2
|
|
|
|
|
|||
|
Semen
|
Zak
|
14
|
75.000
|
1.050.000
|
|
|
||||
|
Pasir
|
M3
|
1.2
|
80.000
|
96.000
|
|
|
||||
|
batu 4/5
|
M3
|
1.5
|
150.000
|
275.000
|
|
|
||||
|
ONGKOS PENGERJAAN
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Pekerja
|
Hok
|
6
|
50.000
|
300.000
|
|
|
||||
|
tukang
|
Hok
|
3
|
75.000
|
225.000
|
|
|
||||
|
6
|
PEKERJAAN
SIARAN dan ACI
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
Semen
|
Zak
|
4
|
75.000
|
300.000
|
|
|
||||
|
pasir
|
M3
|
0.5
|
80.000
|
40.000
|
|
|
||||
|
ONGKOS PENGERJAAN
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Pekerja
|
Hok
|
6
|
50.000
|
300.000
|
|
|
||||
|
tukang
|
Hok
|
3
|
75.000
|
225.00
|
|
|
||||
|
7
|
PENGADAAN
PAPAN NAMA
|
Paket
|
1
|
550.000
|
550.000
|
|
|
|||
|
|
JUMLAH
TOTAL 1+2+3+4+5+6+7
|
17.441.800
|
|
|
||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||
KELOMPOK PELAKSANA
Ketua : Kadus Sumur Duyung
Sekertaris :
Muliadi
Bendahara : Mirsih
Anggota :
wendy
Merdianto
Mulita
Apriani
Mirni

RENCANA GAMBAR DAN BIAYA
TALUD DAN RABAT JALAN DUSUN TEBANYAK
. Table Rencana Aksi Masyarakat
untuk pembangunan gorong-gorong dan drainase
|
Maslah
dan akar masalah
|
Tujuan
|
Kegaiatan
dan tahapan pelaksanaan
|
Lokasi,
penerima manfaat dan waktu pelaksanaan
|
Anggran
(Rp.)
|
Sumber
Daya
|
pelaksan
|
|
|
Tersedia
|
Tidak
tersedia
|
||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
|
-
Pemukiman
masyarakat terletak diposisi yang miring serta rawan longsor banjir
-
Struktur
tanah yang berpasir dan gembur dan berbatu
-
Talud
yang ada tidak permanen
-
Belum
adanya tata ruang untuk pemukiman masyarakat
-
Setiap musim
hujan selalu masyarakat khwatir akan terjadi longsor disekitar pemukiman
|
-
Adanya
penahan tanah sehingga tidak terkikis pada musim hujan
-
Adanya
rasa aman bagi masyarakat terhadap ancaman longsor
-
Adanya
akses bagi satu rumah dengan rumah lainnya di sekitarnya
-
Terbangunya
talud dan rabat jalan
|
-
Identipikasi
rencana yang akan di kerjakan
-
Menentukan
kegiatan pilihan
-
Menyusun
proposal dan meyerahkan ke pihak mitra
-
Melakukan
sosilisasikaitan dengan rencana pembangunan serta membuat kelompok pelaksana
kegiatan
-
Mengumpulkan
swadaya bahan local dari pemanfaat
-
Mengumpulakan
tenaga yang akan melaksanakan pembangunan
-
Pembelian
bahan took
-
Pelaksanaan
pembangunan
-
Serah
terima bangunan ke pemanfaat
-
monitoring
|
-
lokasi
Dusun Tebanyak Desa Tegal Maja kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara.
-
Penerima
manfaat………jiwa terdiri dari …….perempuan,……laki-laki,…..anak-anak, ……difabel
dan……..ibu hamil
-
Waktu
pelaksanaan pembanunan diperkirakan akan menghabiskan waktu sekitar 30 hari
pada bulan Agustus 2013.
|
|
Bahan local berupa :
-
Pasir
pasang
-
Batu
kali
-
Bamboo
-
Pekerja
-
Alat
kerja
|
Bahan took berupa :
-
Semen
-
Paku
-
Batu
krikil
-
|
Ketua :
Purnawanto
Sekertaris :
Nopiati
Bendahara : Siardi
Anggota :
Amak Kartini
Sabardi
Artini
Nursanti
Adi Wardana
|
GAMBAR 0%
![]() |
|
![]() |
SKETSA GAMBAR

RENCANA ANGGARAN BIAYA
|
NO
|
URAIAN
|
SATUAN
|
VOLUME
|
HARGA
SATUAN
|
JUMLAH
|
|
1
|
Pekerjaan
pembersihan lokasi pembangunan talud
|
Hok
|
8
|
50.000
|
400.000
|
|
2
|
Pekerjaan
pemasangan talud
|
|
|
|
|
|
-
Semen
|
Zak
|
169
|
75.000
|
5.625.000
|
|
|
-
Pasir
|
M3
|
16
|
80.000
|
1.280.000
|
|
|
-
Batu pecah/kali
|
M3
|
67
|
100.000
|
6.700.000
|
|
|
3
|
Ongkos
pekerjaan
|
|
|
|
|
|
-
Pekerja
|
Hok
|
50
|
50.000
|
2.500.000
|
|
|
-
Tukang
|
Hok
|
25
|
75.000
|
1.875.000
|
|
|
4
|
Pekerjaan
rabat
|
|
|
|
|
|
-
Semen
|
Zak
|
27
|
75.000
|
2.025.000
|
|
|
-
Pasir
|
M3
|
3,5
|
80.000
|
280.000
|
|
|
-
Koral
|
M3
|
5,5
|
185.000
|
1.017.500
|
|
|
5
|
Ongkos
pekerjaan
|
|
|
|
|
|
-
Pekerja
|
Hok
|
18
|
50.000
|
900.000
|
|
|
-
Tukang
|
Hok
|
6
|
75.000
|
450.000
|
|
|
6
|
Pengadaan
papan nama
|
Unit
|
1
|
550.000
|
550.000
|
|
|
Total jumlah
|
23.602.500
|
|||
KELOMPOK PELAKSANA
Ketua : Kadus Teanayak
Sekertaris :
Nopiati
Bendahara : Siardi
Anggota : Amak
Kartini
Sabardi
Artini
Nursanti
Adi Wardana

RENCANA SUPERVISI
|
No
|
Kegiatan
|
Waktu
|
Lokasi
|
Pj
|
|
1
|
Survey lokasi :
- pembangunan bak air pemandian
- pembangunan gorong-gorong
- talud dan rabat jalan
|
Awal maret 2013
|
Dusun :
- Tuban
- Sumur Duyung
- Tebanyak
|
Kadus, RT, TSBD, dan CF
|
|
2
|
Pengukuran
|
Minggu 2 maret
|
Kadus, RT, TSBD, dan CF
|
|
|
3
|
Penyusunan kelompok
|
Akhir maret
|
Kadus
|
|
|
4
|
Pembuatan gambar RAB
|
Awal apil 2013
|
CF
|
|
|
5
|
Pengajuan
|
Juni 2013
|
Ketua kelompok dan CF
|
|
|
6
|
Sosialisasi rencana
pembangunan
|
Minggu 4 Agustus 2013
|
CF BDR tegal maja
Dan kelompok pelaksana
|
|
|
7
|
Pengumpulan bahan-bahan
|
Minggu 4 Agustus 2013
|
Kelompok pelaksana
danmasyarakat pemanfaat
|
|
|
8
|
Perekrutan tenaga
pekerja
|
Minggu 4 Agustus 2013
|
Kelompok pelaksana
|
|
|
9
|
Monitoring evaluasi
|
Dari awal pelaksanaan
sampai akhir pelaksanaan
|
Forum PRB dan BPD Desa
|
|
|
10
|
Pelaksanaan pekerjaan
|
Minggu 1-4
Agustus 2013
|
Kelompok pelaksana
danpekerja
|
|
|
11
|
Penyelsaian pekejaan
|
Awal September 2013
|
Kelompok pelaksana
danpekerja
|
|
|
12
|
Serah terima sarana dari
program ke masyarakat pemenfaat
|
Awal September 2013
|
Kelompok pelaksana
|
|
|
13
|
Pemeliharaan
|
Dari penyerahan
|
Masyarakat dan kelompok
|
Langganan:
Postingan (Atom)



















