Jumat, 31 Oktober 2014

MUSDUS kurang partisipatif karena kurangnya kesadaran dan kepedulian kita bersama



sekarang adalah bulan dimana perencanaan pembangunan mulai di bahas mulai dari tingkatan RT dan DUSUN dan DESA ,ditingkatan dusun dan RT MUSDUS terkadang kurang partisipatif atau kurangnya  kesetaraan gender hanya didominasi oleh tokoh-tokoh atau orang-orang yang intlektual dan terkadang para pemuda atau tokoh muda terlupakan padahal dibalik emosional mudanya mereka memiliki potensi yang bisa dikembangkan dan memiliki ide pikiran yang positif yang mungkin sangat bermanfaat,tetapi kita tidak hanya menyalahkan siapa-siapa semua ini karena kesadaran dan kepedulian kita pada kepentingan bersama belum terbangun termasuk masyarakat itu sendiri dan terkadang MUSyawarah DUSun tidak dilaksanakan secara partisipatif artinya usulan bukan langsung dari masyarakat tetapi terkadang hanya di buat oleh kepala Dusun DanKetua  RT sehingga apa yang direncanakan dan diusulkan terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan masyaraka sehingga dalam implementasi atau pelaksanaan program terkadang kurang mendapat perhatian masyarakat karena merasa tidak pernah ikut dilibatkan dalam perencannan dan pengusulan padahal semua itu di akibatkan oleh kesadaran dan kepedulian kita akan kepentingan bersama masih kurang maka dari itu saya ingin mengajak kita bersama untuk membangun kesadaran dan kepedulian akan kepentingan bersama terutama dalam perencanaan pembangunan di Dusun dan bisa menentukan sekala kebutuhan mendesak atau sekala prioritas supaya tidak terjadi kecemburuan pelaksanaan pembangunan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Masukan Dan Saran Anda Sangat kami Butuhkan Guna Perbaikan Kedepan