Kamis, 30 Oktober 2014

DOKUMEN PCVA

DOKUMEN
ANALISA KEBENCANAAN PARTISIPATIF DESA TEGAL MAJA
 ( Participatory Capacity And Vulnerability Analysis )
  2012









BDR
( Building Deepening Resillience In Eastern Indonesia )
      



DESA TEGAL MAJA KECAMATAN TANJUNG
KABUPATEN LOMBOK UTARA

BAB I. PENDAHULUAN
    Latar Belakang
    Tujuan
    Metode
    Ruang Lingkup
    Partisipan
    Dafatr Istilah
BAB II. GAMABARAN UMUM DESA
2.1. Geogarafi
2.2. Demografi
2.3. Sosial Ekonomi
2.4. Dll

BAB III. KAJIAN RESIKO PARTISIPAN

3.1. LONGSOR
3.1.1. Karakter Ancaman
3.1.2. Kerentanan
3.1.3. Kapasitas
3.1.4. Kajian Tingkat Resiko
3.2. BANJIR
3.2.1. Karakter Ancaman
3.2.2. Kerentanan
3.2.3. Kapasitas
3.2.4 Kajian Tingkat Resiko

BAB.  IV RENCANA AKSI

BAB. V. KESIMPULAN

LAMPIRAN
Alat PRA
Data-data
TSBD
Proses (Foto)



















BAB I PENDAHULUAN
    LATAR BELAKANG

Desa Tegal Maja  adalah merupakan Desa yang berada di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara , dan   merupakan salah satu Desa dari Tujuh desa yang berada di Kecamatan Tanjung dengan jarak ± 3 km dari Pusat Pemeritahan Kecamatan dan ± 3 km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Lombok Utara.
Desa Tegal Maja  memiliki luas wilayah ± 12,28 km2, Desa Tegal Maja terdiri atas 11 dusun, terdiri dari Dusun Lendag Bila,Dusun Tenagga,Dusun Semapak , Dusun Sumbur Duyung,Dusun Tebanyak, Dusun Tuban, Dusun Medain, Dusun Panasan  Daya, Dusun Leong Barat, Dusun Leong Tegah, Dusun Leong Timur.
    Kondisi geografi wilayah Desa Tegal Maja , yang sebagian  besar berbukit bukit dan dengan kemiringan sekitar 70 Derajat, dan sekitar 500 diatas permukaan laut, merupakan daerah yang memiliki kondisi wilayah yang berbeda beda satu sama lain,sekitar 9 dusun diantaranya  Leong Barat, Leong Tengah dan Leong Timur yang berada didaerah hulu atau bertempat tinggal dikelerengan bukit sebelah selatan adalah dusun yang hampir 99% warganya adalah muslim, semntara dusun tuban tebanyak, panasan daya,dusun medain, dusun sumur duyung dan dusun sempak hampir sama dengan leong cuman tidak berbatasan dengan kawasan hutan dan temapat tinggal masyarakat hampir diperbukitan dan warga tersebut juga hampir 80% umat budha,sementara ancaman dusun tersebut adalah longsor. 
Dua dusun berikutnya dalah dusun tenagga dan lendang bila terletak didataran sehingga terdampak oleh ancaman bajir, dan memiliki persawahan yang berdekatan dengan kali sokong yang berbatasan dengan desa sokong, dan berada di hilir atau sebelah selatan dan berbatasan dengan desa tanjung.
    Dengan georafis wilayah berbukit bukit tentunya topografi wilayah dusun yang berada dihulu atau yang mendiami wilyah perbukitan sebagian masyarakatnya tidak bisa dilepaskan atas ketergantungannya dari  alam sekitarnya yang merupakan daerah kawasan hutan dan kawasan perbukitan yang oleh masyarakat dikelola untuk ditanami dengan tanaman perkebunan, tentunya sebagai usaha untuk pengelolaan lahan perkebunan , kawasan hutan telah dibuka oleh sebagian masyarakatnya untuk perluasan lahan perkebunan, desa tegal maja perbatasan dengan desa lain dibatasi oleh sunggai atau kali dan desa tegal maja tidak memiliki wilyah pantai.
    Dengan kondisi alam seperti diatas, Desa Tegal Maja  memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi terhadap ancaman bahaya bencana, apalagi kalau dilihat dari sejarah kejadian bencana yang pernah terjadi sekitar tahun 1960, 1970, 1993,1995 dan tahun 1998,  pernah terjadi banjir dan longsor yang mengakibatkan  tertimbun dan tegerusnya lahan pertanian masyarakat serta mengakibatkan tertibun dan rusaknya sarana air bersih masyarakat .
    Dari kejadian ancaman bahaya longsor dan banjir, upaya yang dilakukan oleh masyarakat dan Pemerintah Desa masih pada upaya tanggap darurat, masyarakat hanya melakukan tindakan melakukan pengungsian dan tindakan sementara secra gotong royong, tindakan kesiapsiagaan dan upaya pengurangan risiko terhadap ancaman longsor dan banjir belum dapat  di implementasikan dalam perencanaan pembangunan di Desa Tegal Maja sebagai bentuk  Peng-integrasian Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim  dalam pembangunan yang tertuang dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa  ( MUSRENBANG Desa ) dan didorong masuk dalam  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa           ( RPJMDes ) selama 5 ( lima ) tahun atau  diimplementasikan dalam RKPDes ( Rencana Kerja Pembangunan Desa ) tahunan.

Memaparkan alasan-alasan disusunnya dokumen
    Potensi bencana (sejarah kejadian bencana dan kondisi alam)
    secara social mestinya ada kesiapan masyarakat dan pemerintah dalam penanggulangan bencana.
    Tujuan
    Memetakan ancaman, risiko, kerentanan bencana dan kapasitas penanggulangan bencana desa.
    Sebagai acuan bagi masyarakat dan pemerintah desa dalam mengembangkan penanggulangan bencana di desa.

    Metode
Metode dan teknik pendalaman PCVAdipakai untuk menyajikan informasi, pengetahuan dan fakta. Dalam pendalaman PCVA pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat ini, penggunaan metode didasarkan pada beberapa pertimbangan antara lain;
    Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
    Kemampuan fasilitator
    Kemampuan partisipan Pendalaman
    Jumlah partisipan
    Media yang tersedia
    Iklim dan suhu
Selain itu, pilihan metode dalam pendalaman PCVA ini, juga mempertimbangkan kembali apa yang diungkapkan oleh Confusius, seorang filsuf Cina yaitu;  Saya dengar, saya lupa; saya lihat, saya ingat, saya kerjakan maka saya paham. Berdasarkan pertimbangan diatas, maka metode yang dipakai dalam pendalaman PCVA pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat ini,antara lain;
    Ceramah
Ceramah merupakan tehnik yang menggunakan komunikasi satu arah. Dalam pendalaman PCVApengurangan risiko bencana. Metode ini digunakan untuk memberikan gambaran dan pengetahuan yang utuh mengenai ancaman - ancaman yang mungkin terjadi di desa Tegal Maja Diskusi Kelompok
Metode diskusi kelompok digunakan dalam pendalaman PCVA ini untuk memberikan ruang dan wadah saling bertukar gagasan dan sharing pengalaman antara peserta dengan peserta, peserta dengan fasilitator dalam rangka pencapaian tujuan Pendalaman.
Diskusi Pleno
Hasil diskusi kelompok dipresentasikan oleh salah satu kelompok dan dibahas oleh kelompok lain, diperdebatkan dan ditanggapi oleh kelompok yang presentasi.
Permainan 
Pada setiap pendalaman PCVA yang cukup lama, seringkali ada kelelahan dan kejenuhan diantara partisipan Dalam pendalaman PCVA ini, alat pengusir kejenuhan adalah permainan dan ice breaking. Namun demikian, setiap permainan harus dimaknai dalam konteks dan isu pengurangan risiko bencana. Permainan selain untuk penyegar suasana, bermanfaat juga untuk menyederhanakan masalah dan isu yang dibahas dalam Pendalaman PCVA.
    Ruang Lingkup
Lingkup kajian mencakup satu desa dengan focus pada wilayah yang terpapar. Secara holistik, seluruh aset penghidupan masyarakat dianalisis keterpengaruhannya terhadap kebencanaan. Proses kajian menggunakan pendekatan multipihak dimana diupayakan seluruh unsur masyarakat desa secara representatif terlibat. Oleh karena itu, metode yang digunakan dalam kajian ini memungkinkan partisipasi aktif warga masyarakat yang dibingkai dalam PCVA (Participatory Capacity and Vulnerability Analysis). Disamping data kualitatif kajian ini juga menggunakan data kuantitatif.

    Partisipan
Dalam kegiatan ini di hadiri dari berbagai unsure yang ada di desa tegal maja mulai dari pemdes. Lembaga desa, TSBD, Forum PRB, tokoh masyarakat, dan para pihak yang dianggap memiliki informasi tentang kebencanaan yang ada di desa tegal maja.
Type equation here.
    Dafatr Istilah
BAB II. GAMABARAN UMUM DESA
Desa Tegal Maja adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah Utara        : Desa Tanjung
Sebaleh Selatan    : Hutan Lindung
Sebelah Barat        : Desa Tegal Maja
Sebelah Timur     : Desa Sokong
Desa Tegal Maja terbagi dalam 11 dusun yaitu :
    Lendang Bila
    Sempak
    Median
    Leong  tengah
    Leong  timur
    Leong Barat
    Tebanyak
    Sumur Duyung
    Penasan Daya
    Tuban
    Tenangga
Dari sebelas dusun yang ada sebagian besar memeluk agama budha sekitar 85% dan sisanya memeluk agama islam dan memndiami wilayah Leong Barat, Timur dan Tengah.
SDA
Luas desa             : 2376 Ha
Sawah irigasi ½ teknis     : 12 ha
Tegal/lading            : 1.425 Ha
Pemukiman            : 49 ha
Tanah perekebunan        : 1.425 Ha
Hutan Lindung            : 1.014 Ha
Hutan Adat            : 12 ha
Tipologi                : Desa sekitar hutan

Orbitasi            :
Jarak ke ibukota kecamatan    : 2,5 Km
Jarak ke ibukota Kabupaten    : 2,5 Km

Iklim            :
Curah hujan            : 2.500 - 3.000 mm
Jumlah bulan hujan        : 6 bulan
Suhu rata-rata            : 37 0C
Tinggi tempat            : 500 mdpl
Bentang wilayah        : berbukit

Pertanian            :
Luas tanam menurut komoditas :
Kacang tanah             : 9 Ha
Produksi                : 1,5 - 2 ton/Ha
Ubi Kayu                : 10 Ha
Produksi                : 1 - 1,5 ton/ha
Pemilikan lahan pertanian tanaman pangan    :
Jumlah rumah tangga memiliki lahan pertanian    : 963 RTP
Tidk memiliki                            : 1.024 RTP
Memiliki kurang dari 0,5 ha                : 671 RTP
Memiliki 0,5 - 1 ha                        : 270 RTP
Memiliki lebih dari 1 ha                    : 22 RTP
Jumlah total RTP                        : 963 RTP

Jenis komoditas buah-buahan yang dibudidayakan
Mangga                : 17 ha        Produksi    : 1 ton/ha
Rambutan            : 1,5 ha        Produksi    : 1,5 ton/ha
Papaya                : 3 ha        Produksi    : 1,5 ton/ha
Durian                : 2 ha        Produksi    : 1,5 ton/ha
Pisang                : 20 ha        Produksi    : 1 ton/ha

Jenis dan kesuburan tanah
Warna tanah sebagian besar    : hitam
Tekstur                    : pasiran
Perkebunan

Luas dan hasil menurut jenis
Kelapa                : 1.425 ha        Produksi    : 3 kw/ha
Kopi                : 35 ha        Produksi    : 2 kw / ha
Cengkeh                : 15 ha        Produksi    : 1,5 kw/ha
Cokelat                : 40 ha        Produksi    : 1,5 kw/ha
Pinang                : 15 ha        Produski    : 2 kw/ha
Mete                : 125 ha        Produksi    : 2,5 kw/ha
Vanili                : 35 ha             Produksi    : 1,5 kw/ha
   
Pemilikan lahan perkebunan
Jumlah rumah tangga memiliki tanah perkebunan    : 963 RTP
Tidak memiliki                            : 1.024 RTP
Memiliki kurang dari 0,5 ha                : 587 RTP
Memiliki 0,5 - 1 ha                        : 355 RTP
Memiliki lebih dari 1 ha                    : 21 RTP

Kehutanan
Luas menurut pemilikan
Milik Negara                : 1.014 ha
Milik adat/masyarakat adat    : 12 ha
Total                    : 1.026 ha
Kondisi hutan
Hutan lindung                 : 1.014 ha baik    Rusak     : 253 ha

Peternakan            :
Jenis populasi
Sapi                : 670 ekor
Babi                : 1.425 ekor
Ayam                : 4.200 ekor
Kuda                 : 8 ekor
Kambing                : 135 ekor

Kesediaan hijauan makanan ternak
Luas tanaman pakan ternak        : 5 ha

Sumber daya air
Potensi air irigasi            : ada

Air minum   
Mata air                    : 25         pemanfaat        : 875 KK
Sumur gali                : 15        jumlah rusak    : 15
Sumur pompa                : 30        jumlah rusak     : 30
PAM                    : 1        Pemanfaat        : 160 KK
Pipa                    : 12        Pemanfaat        : 1.034 KK

Sungai
Kali Serawan
Kali Tebanyak
Kali Sokong
Kondisi                : terjadi pendangkalan

    SDM
Jumlah Penduduk :
NO    DUSUN    JUMLAH PENDUDUK    LANSIA    BALITA    BUMIL    DIFABLE
        KK    LK    PR    LK    PR    LK    PR        LK    PR
1    Lendang Bila    232    284    299            19    19    4       
2    Sempak    195    260    271            12    21    3       
3    Median    212    279    303            13    19    1       
4    Leong  tengah    252    233    285            20    22    1       
5    Leong  timur    240    262    265            19    23    3       
6    Leong Barat    342    407    437            24    33    7       
7    Tebanyak    344    434    451            43    39    4       
8    Sumur Duyung    102    168    138            14    17    6       
9    Penasan Daya    90    122    129            7    14    -       
10    Tuban    123    226    226            20    31    3       
11    Tenangga    106    174    174            14    11    5       
    JUMLAH    2.280    2.849    2.978            205    239    38        

Menurut umur :
NO    DUSUN     BALITA    ANAK     REMAJA    Usia produktif    Lansia
        0 - 5    6 - 12    13 - 16    17 - 29    30 - 58    58 keatas
1    Lendang Bila    103        25           
2    Sempak    38    61    19           
3    Median    63        21           
4    Leong  tengah    45    44    11           
5    Leong  timur    50    79    22           
6    Leong Barat    72    85    17           
7    Tebanyak    101    88    45           
8    Sumur Duyung    45    32    10           
9    Penasan Daya    29    35    12           
10    Tuban    43    48    12           
11    Tenangga    23    30    21           
    Jumlah     431    638    350    1723    2858    392

Menurut Pendidikan :
NO    DUSUN    Belum sekolah    Tidak pernah sekolah    Pernah sekolah tidak tamat    Tamat SD    SLTP    SLTA    D 1    D2    D3    S1    S2    S3
            7 - 45                                       
1    Lendang Bila                                               
2    Sempak                                               
3    Median                                               
4    Leong  Tengah                                               
5    Leong  Timur                                               
6    Leong Barat                                               
7    Tebanyak                                               
8    Sumur Duyung                                               
9    Penasan Daya                                               
10    Tuban                                               
11    Tenangga                                               
    Jumlah     80    61    17    76    163    79    8    12    5    21    4    -

Mata pencaharian pokok
Petani            : 963
Buruh tani        : 1.024
Buruh/swasta        : 30
PNS            : 47
Pengrajin        : 59
Pedagang        : 40
Peternak            : 476
Wiraswata        : 80
Montir            : 3

Cacat Fisik
Tuna rungu        : 1
Tuna wicara        : 3
Lumpuh            : 70
Sumbing            : 2

Tenaga Kerja
Penduduk usia 15-55 tahun                : 3.957
Penduduk usia 15 - 55 tahun Ibu rumah tangga    : 958
Penduduk usia 15 - 55 tahun masih sekolah        : 643
Tenaga kerja                             : 2.356


Lembaga pemerintah
Pemerintah desa
Jumlah aparat                : 8 orang
Jumlah dusun                : 11
Jumlah RT                : 50
BPD                    : 11
PKK                    : 1
Jumlah anggota            : 24 orang
Organisasi pemuda            : 1
Jumlah anggota            : 45
Karang taruna                : 1
Jumlah anggota            : 35
Organisasi profesi            : 15
Jumlah anggota            : 963
LPM                    : 1
Jumlah pengurus            : 5
Gapoktan                : 1
Kelompok tani                : 11

Lembaga ekonomi
Koperasi                    : 1 unit
Jumlah anggota            : 125
Industry bahan bangunan        : 4 unit
Jumlah tenaga kerja            : 8
Warung kelontong            : 35 unit
Jumlah tenaga kerja            : 70
KSP                    : 6 unit
Jumlah anggota            : 300

Lembaga adat                : lembaga adat orong empak panasan (OEP)

    INFRASTRUKTUR

Jalan desa                :
Jalan aspal                : 2,5 km (rusak)
Jalan tanah                : 13,5 km (rusak)
Jalan antar desa            : 2,5 km (rusak)
Jembatan beton            : 4 unit
Pangkalan ojek            : 6 unit
Jumlah anggota            : 150
Jumlah mata air            : 25 unit
Jumlah MCK            : 120 unit
Jumlah perpipaan            : 13 unit
Pengguna mata air            : 875 orang
Pengguna MCK            : 120 orang
Pengguna perpipaan        : 2.725 orang
Pengguna PAM            : 160 orang
Panjang saluran tersier        : 500 m (rusak)
Masjid                : 8 buah
Musholla                : 4 buah
Vihara                : 8 buah
Lapangan bulu tangkis        : 8 buah
Lapangan voly            : 2 buah
Posyandu                : 11 buah
Jumlah paramedic            : 3 orang
Dukun terlatih             : 10 orang
SD                    : 4 buah
SMP                : 1 buah

    EKONOMI

Luas tanaman padi             : 12 ha
Produksi                : Rp. 1.760.000,-
Biaya pupuk            : Rp.    900.000,-
Biaya bibit                : Rp.    300.000,-
Biaya obat                : Rp.    150.000,-
Luas tanaman kacang tanah    : 12 ha
Produksi                : 14.000.000,-
Biaya bibit                :   1.700.000,-
Biaya obat                :      100.000,-
Pendapatan per kapita
Jumlah RTP                : 963 RT
Jumlah rumah tangga buruh tani    : 1.024 RT
Jumlah rumah tangga industry    : 1.987 orang
Jumlah rumah tangga buruh        : 1.015 orang
Kemiskinan                   
KK Miskin                : 1.987 Keluarga
Prasejahter                : 1.876 Keluarga
Sejahtera 1                : 86
Sejahtera 2                : 25
Penguasaan asset ekonomi
Tidak memiliki tanah        : 1.024 orang
Memiliki tanah kurang dari 0,1 ha    : 102 orang
Memiliki tanah anatara 0,1 - 0,2 ha    : 93 orang
Memiliki tanah antara 0,21-0,3 ha    : 97 orang
Memiliki tanah antara 0,31-0,4 ha    : 135 orang
Memiliki tanah antara 0,41-0,5 ha    : 226 orang
Memiliki tanah antara 0,51-0,6 ha    : 73 orang
Memiliki tanah antara 0,61-0,7 ha    : 65 orang
Memiliki tanah antara 0,71-0,8 ha    : 57 orang
Memiliki tanah antara 0,81-0,9 ha    : 53 orang
Memiliki tanah antara 0,91-1,0 ha    : 41 orang
Memiliki tanah lebih dari 1,0 ha    : 30 orang
Asset sarana transfortasi umum
Ojek                : 150 orang
Cidomo                : 3 orang
Memiliki pabrik pengolahan hasil pertanian     : 12 orang
Rumah menurut dinding :
Rumah tembok             : 1027 keluarga
Kayu                : 3 keluarga
Bamboo                : 124 keluarga
Rumah menurut lantai
Keramik                 : 633 keluarga
Semen                : 920 keluarga
Kayu                 : 54 keluarga
Tanah                 : 380 keluarga
Pemilikian barang berharga :

jumlah kepala keluarga        : 1987 keluarga
Jumlah keluarga yang mmiliki TV        : 165  keluarga
Jumlah jeluarga memiliki sepeda motor    : 120 keluarga
Jumlah keluarga memiliki mobil        : 1 keluarga
Jumlah keluarga memiliki ternak besar    : 425 keluarga
Jumlah keluarga memiliki ternak kecil    : 1260 keluarga
Jumlah keluarga memiliki mesin jahit    : 9 keluarga
Mata pencaharian :
Buruh tani                    : 1024 orang
Petani                    : 963 orang
Pedagang/pengusaha            : 30 orang
Pengerajin                    : 58 orang
PNS                        : 45 orang
Polri                     : 5 orang
Penjahit                    : 9 orang
Montir                    : 4 orang
Tukang kayu                : 25  orang
Guru swasta                : 20 orang

    SOSIAL BUDAYA

PENDIDIKAN MASYARAKAT :
Jumlah penduduk buta huruf         : 1364 orang
Jumlah penduduk tidak tamat SD        : 257 orang
Jumlah penduduk tamat SD/sederajat    : 163 orang
Jumlah penduduk tamat SLTP/sederajat    : 176 orang
Jumlah penduduk tamat SLTA/sederajat     : 80 orang
Jumlahpenduduk tamat S1            : 21 orang
Jumlah penduduk tamat S2            : 4 orang

WAJIB BELAJAR 9 TAHUN  :
Jumlah penduduk usia 7-15 tahun                : 652 orang
Jumlah penduduk usia 7-15 tahun yang masih sekolah    : 652 orang
Jumlah penduduk usia 7-15 tahun yang tidak sekolah    : 8 orang

KESEHATAN MASYARAKAT
Jumlah bayi lahir pada tahun ini             : 15 0rang
Jumlah bayi meninggal                : 2 orang
Jumlah balita imunisasi polio 3            : 82 anak
Jumlah balita imunisasi DPT 1            : 119 anak
Jumlah balita diimunisasi                : 201 anak
Jumlah RT pelanggan PAM                : 160 RT
Jumlah RT menggunakan perpipaan        : 3.241 RT
Jumlah RT menggunakan air sungai        : 237 RT
Total                            : 3.638 RT

Perilaku hidup bersih dan sehat
Jumlah RT memiliki WC                        : 125 orang
Jumlah RT biasa buang air besar di sungai/parit/kebun    : 1.024 orang
Kebiasaan makan dalam sehari                    : 3 kali
Jumlah balita                                : 82 orang
Jumlah balita bergizi baik                        : 82 orang

Etos kerja penduduk
Luas desa                                : 2.500 ha
Luas lahan pekarangan                        : 49 ha
Kegiatan petani pada musim kemarau                : membersihkan lahan pertanian untuk bercocok tanam pada musim penghujan

2.1. Geogarafi
2.2. Demografi
2.3. Sosial Ekonomi
2.4. Dll

BAB III. KAJIAN RESIKO PARTISIPAN

3.1. LONGSOR
Karakter ancaman longsor desa tegal maja dari penjelasan peserta dalam analisa kajian resiko asal ancaman lngsor untuk dusun leong timur berasal dari bukit roras, leong barat berasal dari perkebunan kene dan iben, dusun tuban dari hutan adat dan perkebunan, dusun tebanyak dari kebun masyarakat begitu pula dengan dusun median,sementara  dusun sumur duyung dari pemukiman dan kebun masyarakat hal yang serupa juga terjadi di dusun sempak
Pemicu dari longsor yang terjadi di desa tegal maja secara umum dapat kita lihat bersama karna kesadaran masyarakat terhadap lingkungan kurang ini juga karana tegakan pohon besar sudah berkurang disertai terjadinya penebangan pohon yang ada di hutan, ditambah lagi karna kemringan serta struktur tanah yang berpasir dan gembur

3.1.1. Karakter Ancaman Longsor

Karakter    Penjelasan    Elemen Risiko    Volume risiko
Asal ancaman    
    Wilayah leong timur dari bukit roras
    Leong barat dari perkebunan kene dan iben
    Wilayah tuban dari tanah adat dan perkebunan
    Wilayah media dari perkebuan masyarakat
    Wilayah tebanyak dari lahan perkebuan masyarakat
    Wilay sumur duyung dari pemukiman lahan perkebuan dan jalan
    Wilayah sempak dari perkebunan masyarakat Bolot bangket    SDM
    Meniggal    
    19orang
Pemicu    
    Kejadian Yang Terjadi Dileong Timur dan leong barat diakibatkan karna kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkunagan dengan menebang pohon dihutan secara liar dan tidak ditanami kebali
    Kemiringan yang cukup tinggi dan terjal dan tegakan pohon besarberkurang
    Setruktur tanah beronga dan gembur
    Tanah terlalu miring dan gembur
    SOSIAL
    Terganggunya aktipitas masyarakt
    Tidak terjadinya proses belajar mengajar
    Tarnsprtasi masyarakt terganggu   
    Untuk semua wilayah yang 
terkena dampak
    136 siswa dan 14 guru
    4 dusun , tenangga,
ebanyak, lendang bila dan leong barat
   
Daya rusak   
    Kuatnya arus air dari sungai
    Potong-potongan kayu kebun
    Metrial alam    FINANSIAL
    Tanaman masyarakt tertimbun dan rusak seperti :
Mente,coklat, kopi,kelapa, dan pisang
    Ternak terimbun    
    Leong timur 2Ha
    Leong barat 2 Ha
    Median
    Tuban
    Tebanyak 2 ha
    Sumur duyung 1Ha
    Semapak
Tanda-tanda   
    Hujan lebat dan berkepanjangan
    Warna air berubah coklat
    Dadaunan dan sampah terbawa lebih dahulu    ALAM
    Terkikisnya unsure hara tanah
    Sulit ditanamai
    Mata air tertimbun

   
   
Kecepatan           
Durasi                
Sebaran dampak         Leong Barat
    Leong Timur
    Leong tengah
    Tuban
    Panasan Daya
    Tebanyak
    Median
    Sumur Duyung
    Sempak     FISIK
    Jambatan putus
    Jalan rusak dan putus
    Pemukiman penduduk rusak dan tertimbun
    Sekolah rusak
     Temapat ibadah vihara rusak
     Perpipaaan putus   
    1 jambat di leong timur
    1 vihara
    Jalan putus 1Km
    1 posyandu
    1 SDN
RUMAH
    20 di leong timur
    10 di leong barat
    15 sempak
    5 Sumur Duyung

3.1.2. Kerentanan longsor

Kerentanan LONGSOR
Kondisi tak aman    Tekanan dinamis    Akar penyebab
ALAM
    Lahan kebun berada dikemiringan
   
    Lahan kebun berada dikemiringan
    Sebagian besar kebun tidak mengunakan sistem teras sering
    Tanah kebun terkikis   
    kurangnya pemahaman mayarakat
    Penglolaan kebun tidak baik dan tidakada reboisasi
       

    Kebun berda di bawah hutan yang mulai berkurangn tegakan pohonnya
   
    Penebangan pohon secara liar/illegal loging
    Perkebunan hanya ditanamai dengan tumbuan berbuah : coklat, durian , kopi, cengkeh, pisang dll   
    Penegagakan hukum tidak maksimal kaitan dengan pelarangan penebangan pohon hutan.
    Masih kurannya pemahaman masyarakat tentang tata kelola lahan

    Sungai berda di antara perkampungan, kebun dan bukit yang kurang pohon pelindungnya
   
    Hutan dijadikan sebagai lahan berkebun
    Adanya perambasan /penebangan   
    Tidak ada awik2 penglolaan hutan
    Belum jelasbatas hutan dan kebun masyarakt
FISIK

    Rumah warga berada dibawah kebun  dengan struktur tanah yang labil
    Rumah waraga berada diatas dan bawah jalan
    Jalan berda diantara kebun dan struktur tanah yang labil berbatu dan berpasir
    Jaringan pipa air bersih terpasang dibawah bukit dan sebagaian tidak ditanam
    Jambatan berda diantara dua bukit pada saluran sungai
    Vihara dekat dengan bantaran kali   

    Tidak adanya darinase
    Tidak adanya talud dan tanggul yang memadai
    Jaringan perpipaan tidak disesuaikan dengan geografis wilayah
    Kurangnya pendanaan baik swadaya maupun pemerintah
    Sungaimenjadi sempit dan pendangkalan
    Konstruksi tidak kuat dan tua
    Tidak ada talud pengaman
    Bangunan sudah tua   

    Tidak ada pendanaan dari pemerintah
    Tidak ada aturan tata ruang pembangunan dan lingkungan 
    Tidak ada tenaga teknis perpipaan
    Penglolaan tidak baik (awik2)
    P3A tidak berpungsi
    Pembangunan dengan perencanaan yang baik
    Belum adanya dana masyarakat
       
       
EKONOMI
Laki
    tanaman kebun tertimbun longsor
    Hewan ternak tertimbun longsor
Perempuan
    Tidak tercukupinya kebutuan pangan keluarga
   
    Tidak adanya tempat penyimpanan hasil kebun dan sawah
    Tidak adanya simpanan pangan dan ketersediaan cadangan dana   
    tanaman kebun tertimbun longsor
    Tidak adanya lahan tempat membangun gudang penyimpanan
    Belum adanya koperasi tani
    Hasil penjualan tidak ditabung
    Terlalu konsumtif
MANUSIA
Laki
    Tempat kegiatan bertani berada di bawah bukit yang labil









Perempuan
    Kegiatan perempuan lebih sering dirumah
    Beban ganda sering diberikan pada perempuan
   

    Belum adanya kesadaran tentang kelestarian lingkungan
    Belum optimalnya  sosilisasi dan penyuluhan tentang kebencanaan dilakukan
    Kegiatan hanya berorientasi pada ekonomi   

    Belum adanya ketrampilan tentang cara menyelamatkan diri dari bencana


   
Pemahaman tentang bencana masih terbatas dimiliki
Kesadaran tentang bencana masih kurang
Sosialisasi tentang tentang jalur evakuasi belum optimal dilakukan
Belum dipasangnya   tanda jalur evakuasi
   


Belum diketahui dan disosialisasikannya Sistem Peringatan Dini
Belum adanya ketrampilan tentang cara menyelamatkan diri
Pengurus TSBD sering berganti ganti
Belum diketahui dan disosialisasikannya Sistem Peringatan Dini
       
       
       
       
SOSIAL BUDAYA
Laki
    Kegiatan kebencanaan masih belum tersosialisasikan dengan baik
    Keterlibatan lembaga-lembaga desa belum maksimal
Perempuan
    Informasi tentang kebencanaan masing kurang memadai   

    Kegiatan kebencanaan belum menjadi prioritas pembangunan di desa
    Sumber informasi tentang kebencanaan masih kurang   

    Belum terakomodir  dalam perencanaan pembangunan di Desa Tegal Maja
    Media penyampaian informasi tentang kebencanaan masih terbatas dan belum menjangkau masyarakat di wilayah rawan

3.1.3. Kapasitas longsor

Kemampuan menangani ancaman    Karakter ancaman    Kemampuan
        Dibutuhkan    Tersedia    Kesenjangan
Mencegah    Asal Penyebab








Daya Rusak
        Pembuatan teras sering
    Talud dan teras sering
    Pengalian teras sering dan talud
    Terassering saluran air
    Penanaman pohon
    Alat berat dari pemerintah
    Pentalutan disekitar jalan
    Pembuatan teras sering
    Talud 1 KM
    Gorong-gorong di 7 totik        Pembatas atara hutan adat dan tanah kebun
    Mata air
    Pagar pembatas dan tembok vihara
    Reboisasi
    Tanaman musiman seperti kelapa,coklat,mente dll
    Talud 25 M
    Gorong-gorong        Penataan batas hutan adat dan kebun masyarakat
    Perbaikan mata air
    Penghijauan
    Menata memperbaiki lahan kebun yang rusak
    Pembuatan pematang penahan air
    Talud 975 M
    Drainase 1 Km
    Gorong-gorong 6 titik
    Frekuensi
1 tahun sekali



   
    Pembuatan tanggul
    Gotong royong   
    Batu pasir
    Tempat penumpukan kayu   
    Membanguan tanggul sepanjang aliran sungai
   






Frekuensi         Antisipasi dan kesiapsiagaan dengan membuat sarana dan prasarana evakuasi        Kepedulian masyarakat sekitar
    Adanya TSBD, FPRB, Banjar,RT Dll        Adanaya pelatihan tanggab darurat kaitan dengan kebencanaan
    Adanya media informasi bencana
    Sebaran dampak    - pembuatan talud     
  dan drainase       
Mitigasi    Asal penyebab        Pengalian teras sering dan talud
    Terassering saluran air
Penanaman pohon       
    Daya rusak    - memuat teresering dan talud       
    Frekuensi    - penataan lingkungan       
    Sebaran dampak    - memasang atau menyusun pelepah pisang disepanjang jalan yang rawan longsdor       

3.1.4. Kajian Tingkat Resiko longsor

Dalam kajian tingkat resiko untuk ancaman langsor dari tingkat kerentanan utama untuk alam setruktur tanah yang miring serta berbatu dan berpasir untuk kerentanan fisik banyak ruas jalan berada dibawah bukit dan kondisi jalan yang belum permanen serta tanah yang berpasir dan berbatu, kalu kita lihat dari kerentanan utama ditingkat ekonomi sebagian lahan kebun masyarakat tertimbun longsor, sementara dari sisikerentanan untama untuk manuasianya ini karna pemahaman masyarakat yang belum memhami konsep kebencanaan dari kurangnya sosialisasi tentang kebencanaan kemasyarakat ini yang menjadi kerentanan utama untuk sosialbudaya.
Untuk melihat seberapa tingkat resiko ancaman longsor di desa tegal maja dapat kita lihat dari kapasitas utama yang dimilik diantaranya adanya gotong royong,  adanya TSBD, forum PRB, kentongan,
Sementara dari tingkat resiko yang ada di untuk ancaman longsor dari hasilnya sehingga tingkata resikonya tinggi.
Sementara temuan uatama untuk kapasitas yang ditemukan dilapangan sepanjang jalan yang belum memiliki saluran atau darainase ditaruh pelepah kelapa untuk menguranggi agar badan jalan tidak terkikis dan tergerus air, serta untuk menahan air agar tidak masuk kepekarangan masyarakat menaruh karung yang berisi pasir.

Ancaman Utama Longsor    Keterpaparan
Kerentanan Utama:     Kapasitas Utama:     Tingkat Resiko    Nilai
Alam:
struktur tanah yang miring berbatu dan labil
    gotong royong    sangat tinggi    5
Fisik:
jalan berada di atara kebun yang tanahnya labil berbatu dan pasir    gotong royong membuat saluran air secara darurat    sangat tinggi    5
Ekonomi:
tanaman tertimbun longsor    melakukan penanaman kembali    sangat tinggi    5
Manusia:
kurangnya pemahaman tentang bencana    Terbentuknya TSBD dan Forum PRM
Adanya banjar dan RT
    Tinggi    4
Soasial:
kurangnya sosialisasi tentang kebencanaan    Terbentuknya TSBD dan Forum PRB
Adanya banjar dan RT
    Tinggi     4
Temuan Utama: untuk mengurangi dampak dari longsor masyarakat menaruh pelepah pisang disepanjang jalan serta membuat penahan air dengan mengunakan karung yang berisi pasir

3.2. BANJIR
3.2.1. Karakter Ancaman Banjir

Karakter    Penjelasan    Elemen Risiko    Volume risiko
Asal ancaman    
    Berasal dari sungai/kali sokong dan tebanyak dan kali selbung
    Bertambahnya debit air karna hujan yang bekelamaan    SDM
    Hanyut
    Luka ringan
    Penyakit kulit   
    1 orang
    10 arang   
Pemicu    
    Pertemuan anara sungai sokong,tebanyak dan sungai selebung akibat dari luapan air dari sungai sokong
    Pembuangan samph oleh masyarakat di sepadan sungai dekat pemukiman
    Air dari kebun dan pemukiman melewati gorong2 yang kecil mengakibatnya penambahan air sungai
    Adanya pendangkalan dasar sungai    FINANSIAL
    Lahan Pertanian Terendam
    Lahan perkebunan tergenang
    Kelapa hanyut
    Ternak hanyut
    Perabot rumah tangga   
    45 are tanaman padi (3juta)
    3 are tanaman pisang
    5000 butir
    5 ekor babi dan ayam
    Tidak terhitung
Daya rusak   
    Kuatnya arus air dari sungai
    Potong-potongan kayu kebun
    Metrial alam    FISIK
    Jembatan putus
    Rumah tergenag
    Vihara terendam
    SDN tergenag
    Tembok pekarangan roboh
    Jalan raya tergenang    
    1 unit
    3 unit
    1 vihara
    SDN 2 Tegal maja
    15 Meter
Tanda-tanda   
    Hujan lebat dan berkepanjangan
    Warna air berubah coklat
    Dedaunan dan sampah terbawa lebih dahulu    SOSIAL
    Tergangunya peruses belajar mengajar
    Aktivitas dan Silaturahmi masyarakat terganggu
   
    136 siswa dan 14 guru
    4 dusun , tenangga, tebanyak, lendang bila dan leong barat
Selawaktu        5 menit       
Kecepatan        50 Meter/ 1Menit       
Frekuensi            ALAM
    Lingkungan tercemar
    Lahan pertanian
    Mata air tercemar   
    28 are
    3 are
    12 Mata Air
    MA Empok
    MA Koloh Pedek
    MA Lokok Drian
    MA Lokok Pitung
    MA Lokok Jorong
    MA Kelbut
    MA Lokok serait
    MA Lokok Bila
    MA Baun Pane
    MA Puntik
    MA Gerek
    MA Lokok Kumbak




3.2.2. Kerentanan
Dalam kajian kerentanan untuk setiap bidang, kita akan melihat dari kondisi tidak aman bagi sumber daya manusia serta tekanan dinamis  dan akar penyebab dalam kajian ini dapat kita lihat terutma disisi sdm adakondisi tidak aman terutama untuk perempuan sebagian besar perempuan aktipitasnya di rumah, adanya perenganda bagi perempuan, sedangkan untuk para kaum lelaki aktipitasnya disawah dan sawah serta letak sawah dibawah bukit danberdekatan dengan sungai. Tekanan dinamisnya untuk SDM belum adanya kesadaran tentag kelstarianlingkungan, belumoptimalnya sosialisasi dan penyuluhan tentang kebencanaan, kegiatan berorentasi pada ekonomi, pemahaman tentang bencana masih terbatas begitu pula kesadaran tentang kebencanaan masih kurang,
















Kerentanan
Kondisi tak aman    Tekanan dinamis    Akar penyebab
    SDM
Laki
    Tempat aktipitas disawah yang lebih tinggi sungai dan di bawah bukit
Perempuan
    Kegiatan perempuan hanya dirumah
    Perempuan selalu diberikan beban ganda

       
    Belum adanya kesadaran tentang kelestarian lingkungan
    Belum optimalnya  sosilisasi dan penyuluhan tentang kebencanaan dilakukan
    Kegiatan hanya berorientasi pada ekonomi (kaitan dengan personal )
    Pemahaman tentang bencana masih terbatas dimiliki
    Kesadaran tentang bencana masih kurang
    Sosialisasi tentang tentang jalur evakuasi belum optimal dilakukan
    Belum dipasangnya   tanda jalur evakuasi
   
    Belum adanya ketrampilan tentang cara menyelamatkan diri dari bencana (tek dinamis )
    Belum diketahui dan disosialisasikannya Sistem Peringatan Dini
    Belum adanya ketrampilan tentang cara menyelamatkan diri
    Pengurus TSBD sering berganti ganti
    Belum diketahui dan disosialisasikannya Sistem Peringatan Dini
    FINANSIAL
Laki
    Hasil pertanian terbawa/terendam banjir
    Tanaman disawah yang hampir panen terendam

Perempuan
    Berkurangnya pangan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga
   
    Tidak adanya tempat penyimpanan hasil kebun dan sawah




    Tidak adanya simpanan pangan dan ketersediaan cadangan dana   
    Tidak adanya lahan tempat membangun gudang penyimpanan
    Belum adanya koperasi tani


    Hasil penjualan tidak ditabung
    Terlalu konsumtif
    FISIK


    Pemukiman warga lebih rendah dari bibir sunggai dan tempat pertemuan bebrapa aliran air



    Letak SDN 2 Tegal Majalebih rendah dari bibir kali sokong
    Belum adanya darainase
   
    Perkampungan warga tidak dilengkapi drainase
    Perkampungan tidak ada talud pembatas yang memadai
    Tata lingkungan perkampungan kumuh
    Saluran irigasi mengalami penyempitan dan pendangkalan
    Saluran irigasi tidak terpelihara   
    Perumahan warga tidak sesuai dengan tata ruang bangunan dan lingkungan
    Tidak adanya tenaga teknis yang mengerjakan
    Pengurus P3A tidak berfungsi
    Kesadaran pengurus P3A mulai luntur
    Awig-Awig P3A
    todak dijalankan   
    SOSIAL
Laki
    Masih terbatasnya kegiatan kebencanaan dilakukan lembaga lembaga desa

Perempuan
    Informasi tentang kebencanaan masing kurang memadai   
    Kegiatan kebencanaan belum menjadi prioritas pembangunan di desa


    Sumber informasi tentang kebencanaan masih kurang   
    Belum terakomodir  dalam perencanaan pembangunan di Desa Tegal Maja
    Media penyampaian informasi tentang kebencanaan masih terbatas dan belum menjangkau masyarakat di wilayah rawan
       
       
    ALAM

    Sawah berada dibawah bukit
    Perkebunan gundul
    Hutan gundul       
    Lahan sawah tidak dilengakapi dengan tanggul
    penyempitan saluran irigasi pertanian
    Tanggul yang dibuat tidak sesuai dengan luas areal persawahan
    Lahan perkebunan hanya ditanami ubi, pisang  dan kelapa
    Struktur tanah perkebunan gembur,dengan struktur tanah, batu dan pasir
    Pengolahan kebun tdak menggunakan sistem Teras Sering
    Lahan hutan dirambah untuk perluasan  areal kebun
    Lahan hutan hanya ditanami tanaman musiman ( Kopi, kakao dan pisang )
    Terjadinya perubahan fungsi lahan hutan menjadi kebun
    Terjadinya pendangkalan karena masyarakat membuang sampah di kali
    Tidak adanya talud penahan longsoran di kali
    Bantaran sungai tidak ada pepohonan
       
    Pendanaan pembagunan  belum persepktif kebencanaan
    P3A Vakum
    Awig - Awig P3A tidak berjalan
    Tidak adanya Tata ruang desa
    Tidak adanya sistem pengelolaan hutan
    Tidak adanya awig - awig pengelolaan hutan
    penyuluhan tentang Tata pengaturan  Pengelolaan Lahan Hutan
    Kesadaran masyarakat kurang tentang lingkungan
    Belum adanya normalisasi Sungai .
3.2.3. Kapasitas Banjir

Kemampuan menangani ancaman    Karakter ancaman    Kemampuan
        Dibutuhkan    Tersedia    Kesenjangan
Mencegah    Asal Penyebab
    Sungai kali sokong dan Tebanyak dan kali Selebung
    Bertambahnya debit air


Daya Rusak
    Kuatnya arus sungai
    Material alam yang terbawa arus        Talut penahan banjir
    Tinggi ± 3,5 M
    Panjang 25 x 35 M
    Normalisasi Sungai
    Talut penahan banjir
    Meminimalisir penebangan kayu disekitar sungai
    Penataan dan pemeliharaan hutan   


    Peralatan manual dari swadaya (gontong royong)



        Talut penahan banjir
    Tinggi ± 3,5 M
    Panjang 25 x 35 M
    Normalisasi Sungai
    Meminta bibit kayu kepada Dinas terkait sebanyak 250.000 pohon
    Frekuensi
1 tahun sekali







Sebaran Dampak

        Normalisasi sungai
    Pentaludan
    Penataan dan pemeliharaan hutan
    Pembuatan draenase dipemukiman pingir sungai
    Mempersiapkan media informasi tentang adanya jalur evakuasi
    Pengalian saluran
    Pelebaran draenase
    Tata guna lahan   



    Batu, pasir
    Perataran manual (gontong royong)        Alat-alat berat
    Material toko
    Partisifasi Dinas terkait
    Asal Penyebab






Frekuensi         Reboisasi (1500 Ha)
    Pembangunan talud
    dipingiran sungai
    dekat pemukiman penduduk
    Penggalian saluran sungai
    Membuang sampah pada tempatnya (Normalisasi)
    Rehab talud yang rusak dan menanam kembali pohon pada lahan yang kosong        250 Ha
    100 x 2 M        1250 Ha
    500m x 2,5m
    Perlu dibuatkan TPA
    Sebaran dampak           
Mitigasi    Asal penyebab
    Sungai kali sokong dan Tebanyak dan kali Selebung
    Bertambahnya debit air
           
    Daya rusak
    Kuatnya arus sungai
    Material alam yang terbawa arus           
    Frekuensi
1 tahun sekali
           
    Sebaran dampak
- dusun tebayak
- dusun tenanggga
- dusun lendang bila           


Kemampuan menangani kerentanan    Kondisi tak aman    Kemampuan
        Dibutuhkan    Tersedia    Kesenjangan
Alam        Sawah berada dibawah bukit dan lebih rendah dari bantaran kali        Tata guna lahan
    Penataan dan
    pemeliahran hutan        250 ha sudah direboisasi        Perdes tata guna lahan
    1250 Ha
Fisik        Pemukiman lebih rendah dari bantaran kali dan pertemuan beberapa aliran air        talud setinggi 3,5 panjang 25x34 M (600M)
    darainase
    awik-awik        100Mx2M
    Alat -alat manual
    P3A        500 Mx2,5
    Alat-alat berat
    Pelaksanaan awik-awik
    Perhatian instasi terkait
Ekonomi        Hasil pertanian terendam dan terbawa air
    Berkurangannya ketersedian pangan        Tempat penyimpanan khusus hasil panen
    Menyimpan/ menabung sebagian hasil panen        Koprasi        Membangun gudang
    Kesaaran masyarakat untuk menabung
    Pelatihan managemen
Manusia        Aktipitas di sawah dibawah bukit dan dekat dengan sungai        Soialisasi tentang kebencanaan
    Tempat pembuangan sampah        TSBD
    Forum PRB        Media informasi
    Jalur evakuasi
    Alat kebencanaan
    Obat-oabatan
    TPA
Sosial Budaya        Masih terbatasnya kegiatan kebencanaan di alkukan oleh lembaga-lembaga desa
    Informasi kebencanaan masih kurang        Sosialisasi tentang keberadaan lembaga-lembaga untuk kebencanaan
    Keterlibatan perempuan        TSBD
    Forum PRB        Media informasi
    Kesempatan mengikuti kegiatan tentang kebencanaan
    Pelatihan tentang tanggab darurat


3.2.4 Kajian Tingkat Resiko Bajir

Dari kajian tingkat resiko banir dapat kita lihat dalam table, dengan kerentanan utama dari alam yang ada di desa desa tegal maja  Sawah dan pemukiman berada di dekat bataran sungai/sejajar
Sungai berada dibawah kebun dan bukit yang gundul dan struktur tanah gembur dan labil, sedangkan Fisik dari kerentanan utamanya Pemukiaman warga setara dengan bataran sungai sehingga akibatnya dapat mengakibatkan banjir sementara dari Ekonomi cukup memiliki kerentanan masyarakat  Tidak menyimpan sebagian hasil panen, di sisi Manusia Kurangnya informasi dan sosialisasi tentang kebencanaan
Kapasitas utama yang ada di desa tegal maja adanya Gotong royong membuat talud 100x2 dikali, penanaman pohon disepanjang bantaran sungai, membangunan pembatas sepanjang 100 M, adanya koprasi, disisi manusia dalam hal sosialbudaya terbenknya TSBD,Forum PRB, serta adanya kentongan dimasing-masing dusun.
Setelah kita lakukan analisa darikerentanan dan kapasitasa peserta menyimpulkan tingkat resikobanir antar sedang dan tinggi.    
 

Ancaman Utama Banjir    Keterpaparan
Kerentanan Utama:     Kapasitas Utama:         
Alam:
Sawah dan pemukiman berada di dekat bataran sungai/sejajar
Sungai berada dibawah kebun dan bukit yang gundul danstruktur tanah gembur dan labil    - Gotong royong membuat talud 100x2 dikali    
  tebanyak
- penanaman pohon dipinggir sungai    sedang    4
Fisik:
Pemukiaman warga setara/setara dgn bataran sungai
    Talud pembatas sepanjang 100mx2    Sedang     4
Ekonomi:
Tidak menyimpan sebagian hasil panen
    Koprasi    sedang    4
Manusia:
Kurangnya informasi dan sosialisasi tentang kebencanaan
    TSBD
Forum PRB Desa    tinggi    5
Soasial:
Terbatasnya kegiatan dan kurangnya sosialisasi bencana    TSBD
Forum PRB Desa    tinggi
    5
Temuan Utama:


BAB.  IV RENCANA AKSI

BAB. V. KESIMPULAN
Dokumen hasil kajian atau analisa kebencanaan  ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi masyarakat dan pemerintah Desa Tegal Maja dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat terutama dalam upaya Pengurangi Risiko Bencana, sehingga masyarakat dapat terhindar dari dampak bencana.
Tanpa kesadaran juga komitmen dan seperti yang tertuang dalam Undang - Undang Nomor 24 Tahun 2007 bahwa penanggulangan bencana adalah merupakan kewajiban dan dilakukan oleh semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan juga dunia usaha.
Alangkah bijaknya bila keselamatan masyarakat dikedepankan atau pengurangan rsiiko bencana dapat terstruktur dalam perencanaan pembangunan desa atau kabupaten, sehingga sehingga Pengurangan risiko bencana menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Menjadi bagian yang sangat penting, dalam Rencana Pembangunan Desa Jangka 5 ( lima ) tahun bisa di implementasikan dalam Rencana Pembangunan desa dan kabupaten setiap tahunnya.
Terlepas dari itu, hasil kajian kebencanaan partisipatif ini dapat  diperhatiakan sebagai dasar berpijak dalam upaya bagaimana mengurangi risko bencana menjadi sangat penting, tidak dilihat seberapa kedalamanannya tapi dari semangat yang muncul tentunya hasil kajian bersama oleh masyarakat Desa Tegal Maja ini meski dilakukan dalam waktu 5 ( lima ) hari dapat menjadi dokumen desa untuk bahan perencanaan pembangunan yang berperspektif Perubahan Iklim dan kebencanaan.
Mudah-mudahan dokumen ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan Pemerintahan Desa Tegal Maja.

                                                                      Tegal Maja, 12 Desember  2012
                                                                      CF Kecamatan Pemenang



                                                                      = ASAMADI MEDO =

Mengetahui :
1. Kepala Desa Tegal Maja                                      2. BPD Desa   Tegal Maja



LAMPIRAN
Alat PRA
    AKTIVITAS HARIAN
Sebagai masyarakat yang sebagaian besar adalah merupakan petani buruh tani dan nelayan, aktivitas masyarakatnya lebih banyak berada di kebun dan sawah, sedangkan kaum perempuan banyak membantu suami melakukan kegiatan bertani disawah dan dikebun atau ladang, selain melakukan aktivitas rumah tangga lainnya, kegiatan ini merupakan gambaran kegiatan keseharian dari masyarakat yang ada di Desa Tegal Maja, seperti bisa dilihat pada tabel dibawah ini :


          Kegiatan             
Jam    bapak kantoran    bapak petani/buruh    ibu kantoran    ibu petani/buruh    anak
04.30-05.30    bangun tidur, cuci muka    bangun tidur, cuci muka    bangun tidur, cuci muka    bangun tidur, cuci muka    sholat (muslim)
     ngudu' , sholat subuh (muslim)    ngudu' , sholat subuh (muslim)    ngudu' , sholat subuh (muslim)    ngudu' , sholat subuh (muslim)    masih tidur (non muslim)
     masih tidur (non muslim)    masih tidur (non muslim)    masih tidur (non muslim)    masih tidur (non muslim)    masih tidur (non muslim)
06.00-06.30    bangun tidur, cuci muka, ngopi    bangun tidur, cuci muka, ngopi    bangun tidur, cuci muka, membersikan rumah    bangun tidur, cuci muka, membersihkan rumah    bangun tidur
07.00    bersiap-siap masuk kantor    bersiap-siap berangkat kerja    memasak, dan menyiapkan sarpan    mencari sayur mayur dan lauk pauk    Mandi
          (sawah, kebun, ngojek, dagang)             
07.30-08.30    Sarapan    berangkat bekerja ( sawah,    sarapan    memasak, dan menyiapkan sarpan    masuk sekolah
     berangakat kekantor    kebun, ngojek, dagang)    berangkat kekantor    sebagian kerja untuk menambah penghasilan   
09.00    beraktivitas dikantor    pulang makan    beraktivitas dikantor    kekali    belajar disekolah
10.00    beraktivitas dikantor    berangkat kerja lagi    beraktivitas dikantor    pulang dari  kali    istirahat di sekolah
11.00    beraktivitas dikantor    masih bekerja    beraktivitas dikantor    memasak untuk makan siang    belajar disekolah
12.00    sholat (muslim)    pulang kerja, mandi, sholat,    sholat (muslim)    sholat (muslim)    pulang sekolah, makan
     istirahat (non muslim)         istirahat (non muslim)    istirahat (non muslim)   
13.00    Makan    istirahat dirumah, sambil    Makan    istirahat dirumah, sambil    istirahat/tidur siang
          ngobrol-ngobrol dgn keluarga         ngobrol-ngobrol dgn keluarga   
14.00    pulang kerja    makan bersama keluarga    pulang kerja    makan bersama keluarga    istirahat/tidur siang
15.00    Istirahat    pergi kerja     istirahat    membantu suami disawah, kebun dagang, dll    bermain-main
          (sawah, kebun, ngojek, dagang)             
15.30    sholat (muslim)    sholat (muslim)    sholat (muslim)    sholat (muslim)    sholat (muslim)
     istirahat (non muslim)    istirahat (non muslim)    istirahat (non muslim)    istirahat (non muslim)    istirahat (non muslim)
16.00     ngopi sambil ngobrol-ngobrol    mencari rumput     ngopi sambil ngobrol-ngobrol    mencari rumput, kayu bakar,membawakan     bermain-main
     sama tetangga         sama tetangga    kopi kekebun    
16.30    pergi olahraga    pulang dari kebun sambil     mencari sayur mayur dan lauk pauk untuk malam    pulang dari kerja mencari sayur mayur dan    masih main-main
          membawa ternaknya kekandang         lauk pauk   
          mengambil nira aren             
          membawa pulang dagangan             
17.00    masih olahraga    masih istirahat    memasak, dan menyiapkan makan malam    memasak, dan menyiapkan makan malam    Mandi
18.00    Mandi    Mandi    Mandi    mandi    Makan
18.30    sholat (muslim)    sholat (muslim)    sholat (muslim)    sholat (muslim)    sholat , pergi ngaji (muslim)
     sembahyang  (non muslim)    sembahyang (non muslim)    sembahyang (non muslim)    sembahyang (non muslim)    sembahyang (non muslim)
19.00    makan malam    makan malam     makan malam     makan malam     makan malam
20.00-21.30    nonton, sebagian ada yg minum    nonton, sebagian ada yg minum    nonton, ngobrol dgn suami    nonton, ngobrol dgn suami    belajar, nonton
22.00    tidur malam, dan membicarakan      tidur malam, dan membicarakan      tidur malam, dan membicarakan      tidur malam, dan membicarakan      tidur malam
     masa depan    masa depan    masa depan    masa depan   
    KALENDER MUSIM

Sebagai sebuah desa yang menggantungkan hidup pada areal perkebunan dan pertanian sawah irigasi tekhnis, masyarakat Desa Tegal Maja mengelola lahan pertanian dan perkebunan dengan secara tradisional, lahan perkebunan hampir sebagaian besar ditanami dengan tanaman perkebunan sepeeti kelapa, Mente, Kopi dan kakao sedangkan lahan persawahan ditanami dengan tanaman padi dan jenis palawija seperti jagung, ledelai dan kacang tanah, dilahan perkebunan tanaman kacang , tanaman tanaman ini dilihat dari ketersediaan air yang ada dan bersumber dari Kali Buruan.
Karena mengandalkan air irigasi maka pertanian dilakukan pada 2 ( dua ) musim yaitu musim penghujan dan musim panas,diantaran tanaman yang ditanam pada musim penghujan diantaranya ; tanaman padi  dan pada musin panas masyarakat melakukan aktivitas di areal perkebunan dengan melakukan kegitan penggemburan tanah dengan di bajak.
Dalam pengelolaan sumberdaya pertaanian dan perkebunan masyarakatnya masih mengelola lahan dengan alat yang sederhana dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia,  pengelolaan disesuaikan dengan musim panas dan musim hujan sehingga aktivitas pertanian musim panas lebih berorientasi pada menggarap lahan untuk tanaman pertanian lahan kering sedangkan untuk perkebunan lahan basah selain ditanami dengan kopi , coklat, kelapa dan mente. Pembagian tugas laki dan perempuan ndalam pengelolaan kebun dan sawah hampir berimbang, baik pada saat penyemaian bibit, penanaman dan pada saat panen.
Masalah yang dihadapi oleh masyarakat Desa Tegal Maja pada musim hujan yang curahnya cukup tinggi dan bergeser waktu turunnya, tanaman banyak mengalami kerusakan baik busuk batang dan gugurnya bunga tanaman,hal lain adalah bagi masyarakat yang menggantungkan hidup sebagai nelayan, ketika pada bulan Desember,januari dan Pebruari menjadi sulit untuk melaut karena adanya angin dan gelombang besar.


Musim    Aktifitas    Waktu
    Laki2    Perempuan    1    2    3    4    5    6    7    8    9    10    11    12
Hujan     Pembibitan
Membuat lubang untuk tanaman
Mengemburkan tanah kebun
Melakukan pemupukan
    Membuat makanan ringan
Membersihakn selokan atau lubang air
Membuat anyaman bambu                                               
Kemarau     Ngojek
Mengajar bagi yang jadi guru
Ke kantor dengan aktif    Cari rumput dan mengambil air k kali
Beraktifitas di luar rumah                                               
Barat     Membersihakan saluran air disekitar rumah
Mengontrol kebun
Memperbaiki tanah dan tanaman yang rusak     Aktifitas didalam rumah                                               
Panca roba    Menjaga kebersihan sekitar lingkungan pekarangan    Menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit (malaria dan penyakit kulit)                                               
Tanam     Menanam di kebun dan di sawah
Padi
Kacang
Coklat
Pisang
Mahuni
Magalena
Mangga
Kelapa
Cengkeh dll    Penyemaian bibit                                               
Panen     Memasarkan hasil panen    Membantu mengurus hasil panen                                                
Musrenbangdes     Musdus
Menggali gagasan dan potensi dalam perencanaan
pembangunan    Menjadi perserta                                                


    DIAGRAM VENN
Kelembagaan di Desa Tegal Maja merupakan kelembagaan yang bergerak dalam berbagai bidang dan tersebar dalam masyarakat, kelembagaan yang adapun mencirikan pada kegiatan yang dilakukan dan memilki struktur organisasi yang sesuai dengan kondisi masyarakat di Desa Tegal Maja.
Lembaga lembaga desa yang dibentuk sebagai bagian dari struktur pemerintahan desa dibentuk untuk membantu tugas tugas pemerintahan sebagai  mitra dari pemerintah desa dalam menjalankan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat dan juga lembaga tekhnis seperti Pekasih, PKK , Kader Pos Yandu sedangkan lembaga lembaga yang dibentuk oleh masyarakat adalah lembaga lembaga yang bergerak dibidang sosial budaya, seperti terlihat dibawah ini lembaga lembaga yang ada di Desa Tegal Maja, sementara itu komposisi perempuan dalam kelembagaan desa terutama dalam lembaga strategis desa masih belum memadai kalau dilihat dari komposisi jumlah laki dan perempuan, kalau dilihat dari program tentang kebencanaan , lembaga lembaga yang ada di desa belum memiliki kegiatan yang terkait langsung dengan upaya pengurangan risiko bencan
Lembaga-lembaga yang ada di tegal maja

KOMPOSISI LAKI PEREMPUAN
LEMBAGA/ORGANISASI    KOPOSISI L/P    KETERANGAN
    LAKI    PEREMPUAN   
PEMDES    2    2   
BPD    11    -   
WANDANI    -    40   
LPMD    16    -   
PKK    -    20   
POSYANDU    16    36   
BANJAR            29 Se Desa Tegal Maja
GAPOKTAN            14 Se Desa Tegal Maja
KARANG TARUNA           
TSBD    12    10    Anggota tersebar di sepuluh dusun
FORUM PRB    7    14   
KOPRASI           
YAYASAN           
REMAJA MASJD           
MUDA MUDI           
P3A           
BUMDES    1    3   
KADER POSYANDU    33    11   
POLINDES    1       
PUSTU    1       

Untuk melihat hubungan atau pola hubungan satu sama lain serta fungsi dari masing-masing lembag atau organisasi yang ada di desa tegal maja, dapat kita lihat dala dabel dibawah ini.

POLA HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA

Lembaga lembaga sebgai penyusun serta yang membuat regulasi serta kebijakan ditingkat desa dan dusun        Pemdes
    BPD
    Kadus
    RT
Yang meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat        Bumdes LKM
    Koprasi SP
    PNPM Mpd
Kaitan dengan kebencanaan        TSBD
    Forum PRB
    Desa Siga
    Polindes
    Postu
    Posyandu
Peningkatan kapasitas masyarakat serta mendekatkan hubungan emosional        LPMD
    Yayasan
    Remaja masjid
    Muda mudi Budhis
    Banjar
Yangkonsen membicarakan peningkatan pertanian        Gapoktan
    P3A
    Kelompok Tani
    KBR




GAMBAR DIAGRAM VENN   






 













Keterangan
    Besar kecilnya lingkaran menunjukkan besarnya kedudukan  lembaga di masyarakat
    Jauh dekatnya lingkaran menunjukkan dekatnya dan pengaruh lembaga  dimasyarakat
    Jumlah komposisi laki perempuan dalam lembaga lembaga di Desa Tegal Maja
Sedangkan berdasarkan irisan pada diagram menunjukkan pola relasi pada kegiatan yang dilakukan oleh masing masing lembaga desa yang ada, dari diskusi yang dilakukan belum adanya kegiatan disetiap lembaga yang ada melakukan kegiatan Pengurangan Risiko Bencana, dan belum adanya perencanaan yang berperspektif Pengurangan Risiko dalam perencanaan pembangunan desa , sehingga kalau dilihat dari fungsi dan tugas dari ada beberapa lembaga yang memilki keterkaitan dengan kebencanaan meski dalam pelaksanaannya belum maksimal dilakukan seperti :
    TSBD Tegal Maja
    Forum PRB
    Desa Siaga
    Puskesmas
    Pos yandu

    MATA PENCAHARIAN
    Pemcaharian masyarakat Desa Tegal Maja sebagaian besar sebagai petani ,dan sebagai pencaharian utama dan sebagaian lagi menjadi buruh tani , sebagai petani tentunya pencaharian petani adalah sebagai yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan lebih besar dan baik, kalau dilihat dari luas lahan pertanian persawahan maka hasil pertaniannya disamping dijual kepada pembeli, sebagaian lagi disimpan untuk kebutuhan makanan sehari hari, sedangkan petani kebun sebagaian menggarap lahan kebun dengan sistem perladangan meski tidak dilakukan secara berpindah, bibit tanaman banyak yang dibeli dan juga memamng dipersiapkan oleh petani, hasil pertanian sebagaian besar dipasarkan melalui pengepul yang langsung datang kepetani,
    Dalam mengelola  lahan pertanian dan perkebunan peran dan tugas laki disesuaikan dengan kondisi, tetapi peran laki dan perempuan hampir berimbang.
Kegiatan
Matapencaharian    Proses
Input    Peran pelaku    Biaya    Hasil    Pemasaran    Masalah    Cara
pengatasi
        Laki2    Perempua                   
Petani  sawah
Padi         Pembibitan



    Olah tanah
    Pengairan
    Penanaman
    Penyiangan
    Pemupukan/perawatan
    Panen        Membeli bibit,penaburan benih dan mengairi benih
    Mencari tukang bajak serta mengawasi pembanjak kemudian memperbaikai pematang sawah dan lahan yang akan ditanami
    Mencari pekasih untuk mendapatkan jadwal pembagian air
    Mencari tenaga untuk menanam bibit (melong) membawa bibit (bulih) keareal tanam dan mengawasi pekerja
    Mencari tenaga untuk membersihkan sawah yang sudah ditanami
    Membeli pupuk dan obat serta melakukan pemupukan dan penyemprotan        Membawa bibit dan bekal suami


    Membawa bekal
    Membawa bekal dan membantu pembibitan
    Membantu menaburkan benih
    Membawa bekal dan membersihakan gulma
    Membawa bekal dan ikut membantu pemupukan        85000/pis (20 are)
    15000 pertahun (20 are)
    25000x6/tahun (20are)
    35000/hari x 6 orang
    600000+300000x3
    Total  1.948.000x2 =3.896.000        1 ton/20
    4.320.000x2 =8.640.000   hasil kotor dikuranggi biaya 3.896.000 =4.744.000/tahun 20 are        Kepengepul atau saudagar gabah
    Sebagian panen sendiri        Pada saat musimkemarau sulit mendapatkan air
    Asupan air kurang
    Sering terlamabat melakukan pemupukan dan penyemprotan
    Bnanyaknya hama pada musimpenghujan
    Tanaman padi sering tumbang karna hujan lebat
    Harga jual rendah
    Pemasaran sulit        Mengatur jadwal pengairan kembali dengan pekasih
    Membuka saluran pembuangan air
    Menyulam kembali tanamanyang tumbang
Kacang        bibit
    menyiapkan lahan
    tanam
    penyiangan
    perawatan
    pemupukan
    panen        membeli bibit dan membawa ke lahan
    memperbaiki atau menyiapakan lahan
    mencari tukang tanam dan mengawasi
    mengairi
    memupuk dan merawat
    mencari saudagar atau pembeli menjelang panen        menyipakan bekala kemudaian mengantarkan ke sawah        bibit 18000x40 kg=720000/20are
    pemebersihan lahan 2500x20are = 50000
    pengairan 25000x4=100000
    tanam 15000/arex20=300000
    penyianan 35000x6=210000
    pemupukanpenyemprotan 125000x4 =500000
    total 1.880.000        hasil 6.500.000-1.880.000=4.620.000        saudagar atau pengepul        kwalitas bibit kutrng baik petumbuh tidak maksimal
    terjadi penjamuran didalam batang
    terserang hama
    curah hujan tinggi
    harga kacang menurun
        Pemilihan bibit unggulan
    Menanam bibi kajang baru
    Penyemprotan hama
Tanaman perkebunan
Kelapa        pembibitan
    penanaman
    pemupukan perawatan        menyiapak lubang
    membeli bibit
    merawat        Membantu dan meyiapakan makanan        50 pohonx2000=100000
    Perawatan 600000        3600000-1420000=2128000            Harga tidak menentu
    Kwalitas kurang baik
    Terserang hama        Pemupukan
    Penyemprotan hama
Choklat        pembibitan
    penanaman
    pemupukan
    perawatan        menyiapak lubang
    membeli bibit
    merawat        Membantu dan meyiapakan makanan        Bibit 25x3000=150000
    Pemupukaman dan perawatan 100000/bln x 12 =1200000        15kgx17500=262500x12=3150000-1350000=1800000           
Mente         pembibitan
    penanaman
    pemupukan
    perawatan        menyiapak lubang
    membeli bibit
    merawat        Membantu dan meyiapakan makanan        Bibit 25 phnx1000=25000
    Perawatan 150000
    Biaya panen  75000        Hasil panen 1200000-           















    BKP (BAGAN KECENDRUNGAN PERUBAHAN)
Gambar situasi lahan
kebun dan gunung (TRANSEK)
TAHUN 1970
penduduk sangat kecil/sedikit,
rumah penduduk sedikit, berjauhan
1 KK menunggu lahan sendiri, mata
pencaharian bertani dan menggunakan
kuda.hutan masih rimbun. Petani ubi dan papan
TAHUN 1980
perubahan sumber daya alam, pola pikir masyarakat
sudah berubah, tanaman kayu diganti kelapa, kopi
cengkeh, coklat,penduduk sudah lumayan banyak
TAHUN 1990
kayu-kayu sudah ditebang dan bisnis yang sifatnya
ilegal, penduduk sedikit padat, sudah terjadi banjir
dan erosi
TAHUN 2000
penduduk padat dan kayu-kayu sudah banyak
yang ditebang, hutan menjadi lahan produktif,
TAHUN 2010
penduduk padat dan hutan sudah menjadi
lahan produktif, tanaman kakau, mata pencaharian
sudah bermacam-macam, terjadi ilegal loging

ASPEK    1970    1980    1990    2000    2010
Kepemilikan Ternak     000    000    0000    00000    00000
Kepemilian lahan perekbunan    00    000    0000    00000    00000
Kepemilian lahan sawah    00    000    00    00    0
Penglolaan hutan    0    0    00    000    0000
Illegal loging    -    -    0    00    00
Suhu     00    00    000    000    0000
Curah hujan    00000    00000    00000    0000    000
Mata air    00000    00000    0000    00    00
Debit air     00000    00000    0000    000    00
                   
Bagan kecendrungan perubahan sumberdaya manusia
JUMLAH PENDUDUK    1970    1980    1990    2000    2010
Laki-laki    0    00    000    000    0000
Perempuan     00    000    0000    0000    00000
PENDIDIKAN                   
Laki-laki    000    0000    0000    0000    0000
Perempuan     0    00    000    000    0000
TINGKAT KESEJAHTRAAN                   
Kaya    0    0    00    00    000
Miakin    000    000    0000    00000    00000

KETERANGAN METRIK
KEPEMILIKAN TERNAK
TAHUN 1970-1980 :
    Masih bersipat tradisional Bersifat tabungan Didomain oleh orang kaya
TAHUN 1990
    Cara Pemeliharaanya Lebih Maju Dari Tahun Sebelumnya
TAHUN 2000-2010
    Kepemilikan ternak merata disetiap tempat
    Pemeliharaan mulai bersifat moderen
    Sudah mengenal seminasi buatan (1b)
    Sudah ada kelompok ternak
    Sudah bersifat bisnis
KEPEMILIKAN LAHAN KEBUN
Tahun 1970
    Jumlah Penduduk Sedikit Kepemilikan Lahan Dimiliki Oleh Beberapa Orang Saja
Tahun 1980
    seiring dengan bertamahnya penduduk maka kepemilikan lahan kebun bertambah karana jual beli dan pembagian warisan
Tahun 1990
    Sama Penjelasan Dengan Tahun 1980
Tahun 2000-2010
    Kepemilikan lahan kebun bertambah dengan luas bertambah disebabkan oleh perambahan hutan jadi kebun Kepemilikan lahan sawah
Tahun 1970-1980
    Banak memiliki lahan sawah tadah hujan
    Belum mengenal cocok tanam modern
Tahun 1990-2000
    Sudah dengan bercocok tanam moderen sawah tadah hujan berubah jadi perkebunan
    Kepemilikan sawah berkurang
Tahun 2010
    Lahan sawah berkurang berubah fungsi
    Digunakan jadi pemukiman
    Dijadikan lahan kebun

CURAH HUJAN
Tahun 1970-1980
    Masih normal
    Hutan masih normal
Tahun 2000
    Curh Hujan Berkurang
    Hujan Berkurang Bemukiman Bertambah
Tahun 2010
    Curah hujan idak normal
    Hutan jadi kebun
    Penduduk padat
    Mata air
Tahun 1970-1980
    Masih Normal
Tahun 1990
    MATA AIR BERKURANG
    HUTAN MULAI JARANG
Tahun 2000-2010
    MATA AIR MATI
    MATA AIR MUNCUL PADA SAAT MUSIM HUJAN

DEBIT AIR
Tahun 1970-1980
    Masih Normal
    Hutan Utuh
Tahun 1990
    Mulai berkurang
    Tanaman /pohon berkurang
    Banyaknya tanaman pisang,kakao,kopi dll
Tahun 2000-2010
    Menurun sebelum musim hujan
    Normal pada saat musim hujan
    Penglolaan hutan
Tahun 1970-1980
    Beluma ada masyarakat yang masuk hutan
    Hutan tidak dijamah manusia kebutuhan makan cukup
    Belum mengenal pemasaran hasil produksi
Tahun 1990-2010
    HUTAN MULAI DIMASUKI
    LUAS UTAN BERKURANG
    SURAT IJIN PENEBANGAN DI TERBITKAN DINAS TERKAIT



ILEGAL LOGING
Tahun 1970-1980
    Belum Ada
Tahun 1990
    Penebgana Pohon Dengan Tradisional
Tahun 2000-2010
    Perambahaan Hutan/Penebangan Dengan Alat Moderen
    Mengunakan Izin Penebangan Kayu Kebun Tapi Penebangan Di Kawas Hutan

SUHU
Tahun 1970-1980
    Cukup Dingin Masarakat Mengunakan Selimut Dari Pagi Sampai Sore
Tahun 1990-2000
    Adanya Perubahan Suhu Yang Dingin Mulai Panas
Tahun 2010
    Malam Hari Panas Terasa

BAGAN KECENDRUNGAN PERUBAHAN SUMBER DAYA MANUSIA

JUMLAH PENDUDUK

LAKI-LAKI
Tahun 1970
    Laki-laki lebih sedikit dari perempuan
    Pertumbuhan tidak terlalu banyak
Tahun 1980
    Mengalami peningkatan
    Kelahiran meningkat
Tahun 1990-2000
    Pertumbuahn Rata-Rata Disetiap Wilayah
Tahun 2010
    Hampir Sebanding Dengan Perempuan

PEREMPUAN
Tahun 1970
    Lebih Banyak Dari Laki-Laki
    Kelahiran Lebih Banyak Dari Laki-Laki
Tahun 1980-2010
    Mengalami Peningkatan Dari Tahun Ke Tahun
PENDIDIKAN

LAKI-LAKI
TAHUN 1970-1980
    Didominasi Oleh Laki-Laki
TAHUN 1990-2010
    Pertumbuhan Rata-Rata Disetiap Wilayah

PEREMPUAN
TAHUN 1970
    Pendidikan Perempuan Sangat Kurang
1980-2010
    Mengalami peningkatan setiap tahun
    Hampir sama dengan lai-laki

TINGKAT KESEJAHTRAAN

KAYA
Tahun 1970-1980
    Beberapa Orang Kaya
TAHUN 1990-2010
    Perubahan ekonomi meningkat setiap tahun
    Orang kaya bertambah
MISKIN
Tahun 1970-1980
    Rata-Rata Miskin
Tahun 1990-2010
    Jumlah pengangguran bertambah
    Kurang lapangan pekerjaan

Data-data
TSBD
Proses (Foto)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Masukan Dan Saran Anda Sangat kami Butuhkan Guna Perbaikan Kedepan